
TEBING aliran Sungai Ciliwung Kota Depok, Jawa Barat longsor. Longsor besar yang dupicu oleh hujan deras tersebut mengakibatkan tiga hingga empat rumah rusak dan nyaris terseret ke sungai.
“Longsor tebing setingi 6 hingga 7 meter di bantaran Sungai Ciliwung, merusak sejumlah rumah warga di Jalan Haji M. Tohir RT 004 RW 01, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok. Salah satu rumah yang terdampak longsor adalah rumah milik Nurhadiansyah, 50. Kondisi rumah yang mengalami longsor sangat parah. Dinding dan fondasinya ambrol, bangunannya juga miring,” kata Kepala bidang Penanggulangan bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denni Romulo Hutauruk, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, longsornya tebing lantaran hujan deras sehingga tanah di bawah rumah longsor ke arah sungai karena struktur tanah yang labil dan berisiko memicu amblasnya bangunan secara tiba-tiba.
Denni mengatakan, tebing longsor di Kota Depok sering terjadi dan merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling rawan di wilayah tersebut.
Menurut Denni, pemicu utama longsor di Kota Depok karena topografinya berbukit. Selain itu, intensitas hujan juga tinggi membuat air menyusup ke dalam tanah, sehingga struktur tanah menjadi jenuh dan kehilangan daya ikatnya.
Selain pemicu utama, kata dia pemicu lainnya karenaa saluran air yang tersumbat atau rusak di atas tebing sering memicu tekanan air yang berlebih pada tanah.
“Kota Depok memiliki banyak area dengan kemiringan lereng yang cukup tajam dan dilewati oleh banyak aliran sungai dan kali,” imbuh Denni.
Denni menjelaskan dalam peristiwa bencana tebing longsor di Jalan Haji M. Tohir RT 004 RW 01, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, tidak menimbulkan korban jiwa.
” Meskipun tidak ada korban, bencana ini menimbulkan dampak kerugian dan memerlukan penanganan segera,” ucapnya.
Hingga saat ini, jelas Denni tim reaksi cepat (TRC) dari DPKP Kota Depok bersama warga setempat melakukan gotong royong membersihkan material longsor dan melakukan pemasangan penahan sementara untuk mencegah longsor susulan akibat tanah yang tergerus air.
Denni menghimbau masyarakat untuk tidak membangun rumah di atas tebing sungai.
“Jangan mendirikan hunian di tebing sungai karena membangun rumah di tebing sungai melanggar batas sempadan dan sangat membahayakan keselamatan penghuni dimana risiko utamanya adalah ancaman longsor akibat erosi, potensi tersapu banjir, hingga bahaya pencemaran lingkungan,” tutupnya. (KG)
