
PT Len Industri melakukan perubahan jajaran direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa (26/5). Pergantian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus melanjutkan transformasi bisnis Holding Industri Pertahanan DEFEND ID.
RUPST dihadiri pemegang saham Seri A yang diwakili negara melalui Kementerian BUMN, pemegang saham Seri B yakni PT Danantara Asset Management, serta jajaran komisaris dan direksi perusahaan.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menetapkan susunan baru direksi dan dewan komisaris PT Len Industri. Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan agar tetap adaptif menghadapi dinamika industri pertahanan, perubahan teknologi, serta tantangan bisnis global yang terus berkembang.
Sebagai induk holding DEFEND ID, PT Len Industri memegang peran penting dalam mengoordinasikan sejumlah perusahaan strategis industri pertahanan nasional. Karena itu, perubahan struktur kepemimpinan dinilai menjadi bagian dari penguatan organisasi untuk mempercepat transformasi dan meningkatkan daya saing industri pertahanan nasional.
Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan masuknya energi baru di jajaran direksi dan komisaris diharapkan mampu memperkuat kesinambungan transformasi perusahaan yang selama beberapa tahun terakhir terus dijalankan.
“Kehadiran energi baru di lini Direksi dan Dewan Komisaris akan semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam melanjutkan tongkat estafet transformasi,” ujar Joga dalam keterangannya.
FOKUS PERUSAHAAN
Menurut dia, fokus utama perusahaan ke depan adalah memperkuat inovasi teknologi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri.
“PT Len Industri akan terus memperkuat inovasi teknologi, meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, serta memperluas kolaborasi strategis guna mendukung kemandirian industri pertahanan nasional,” katanya.
Joga menegaskan transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga penguatan ekosistem industri pertahanan nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sebagai holding DEFEND ID, PT Len Industri memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong sinergi antarindustri pertahanan nasional. Pemerintah sebelumnya membentuk DEFEND ID untuk memperkuat kemampuan industri strategis nasional agar mampu memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di perusahaan.
Salah satu yang mendapat apresiasi adalah Irwan Ibrahim yang sebelumnya menjabat Direktur Bisnis dan Kerja Sama. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Arkamelvi Karmani atas pengabdiannya sebagai Komisaris Independen.
Menurut manajemen perusahaan, kontribusi keduanya menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan PT Len Industri hingga saat ini, terutama dalam memperluas kerja sama bisnis dan penguatan tata kelola perusahaan.
“Atas nama perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi, kontribusi, dan pengabdian yang telah diberikan kepada perusahaan,” kata Joga.
OPTIMISME DIREKSI BARU
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap jajaran direksi dan komisaris baru yang dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat posisi PT Len Industri di tengah persaingan industri pertahanan yang semakin kompetitif.
“Kami juga mengucapkan selamat bertugas kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang baru serta optimistis dapat terus memperkuat peran perusahaan dalam membangun ekosistem industri pertahanan nasional yang maju, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Adapun susunan direksi baru PT Len Industri terdiri dari Joga Dharma Setiawan sebagai Direktur Utama, Amalia Maya Fitri sebagai Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko, Dwi Sulistiani sebagai Direktur Bisnis dan Kerja Sama, Yessy Kurnia sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Portofolio dan SDM, serta Iqbal Fikri sebagai Direktur Operasi.
Sementara susunan dewan komisaris terdiri atas Tri Budi Utomo sebagai Komisaris Utama, Bonar H. Hutagaol, Eddy Syahputra Siahaan, Eben Eser Nainggolan, serta Agus HS Reksoprodjo.
Perubahan susunan pengurus tersebut menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang perusahaan di tengah tuntutan modernisasi industri pertahanan nasional. Selain menghadapi persaingan global, industri pertahanan nasional juga dituntut mampu menghasilkan teknologi yang mandiri, efisien, dan memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional. (E-2)
