Anjuran Tidak Makan  dan Minum Sebelum Shalat Iduladha, Ini Contoh Rasulullah SAW
Ilustrasi.(freepik)

UMAT Islam dianjurkan untuk mengikuti sunah yang telah dicontohkan Rasullah SAW. Salah satunya menunda makan dan minum sebelum shalat Iduladha.

Sunah Rasulullah SAW Terkait Makan dan Minum Sebelum Shalat Iduladha

Berdasarkan riwayat hadis, terdapat perbedaan perilaku Rasulullah SAW saat menyambut Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari raya Idul Fitri, beliau terbiasa makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat salat. Namun, pada hari raya Idul Adha, beliau memilih untuk tidak makan hingga kembali dari salat.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buraidah dari ayahnya:

“Nabi SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sebelum beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sehingga beliau kembali (dari salat).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Hikmah Menunda Makan dan Minum sebelum Shalat Iduladha

Anjuran untuk tidak makan sebelum salat Idul Adha memiliki dimensi ibadah dan sosial yang mendalam. Berikut adalah beberapa hikmah di baliknya:

  • Menyegerakan Ibadah Kurban: Dengan menunda makan, diharapkan makanan pertama yang disantap oleh umat Muslim pada hari tersebut adalah daging dari hewan kurban yang telah disembelih setelah salat Id.
  • Pembeda dengan Idul Fitri: Menjadi pembeda yang jelas antara hari raya yang menandai berakhirnya puasa Ramadhan (Idul Fitri) dengan hari raya penyembelihan (Idul Adha).
  • Wujud Ketaatan: Mengikuti setiap detail perilaku Rasulullah SAW merupakan bentuk kecintaan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Adab Lain Sebelum Salat Iduladha

Selain menunda makan, terdapat beberapa sunah lain yang bisa dilakukan sebelum berangkat menuju tempat salat Idul Adha:

  1. Mandi Besar: Membersihkan diri dengan mandi sunah sebelum berangkat.
  2. Memakai Pakaian Terbaik: Menggunakan pakaian yang bersih, rapi, dan terbaik yang dimiliki.
  3. Memakai Wangi-wangian: Khusus bagi laki-laki, dianjurkan memakai parfum.
  4. Berjalan Kaki: Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat salat sambil mengumandangkan takbir.
  5. Melewati Jalan yang Berbeda: Mengambil rute berangkat dan pulang yang berbeda untuk memperbanyak syiar Islam.

Catatan Fikih: Anjuran tidak makan sebelum salat Idul Adha bersifat sunah (mustahab), bukan wajib. Jika seseorang merasa sangat lapar atau memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskannya makan tepat waktu, maka tidak berdosa jika ia makan sebelum salat.

(H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *