TokoClinic Integrasikan Konsultasi Dokter dan 3.000 Farmasi Berlisensi
Tokopedia meluncurkan layanan telemedicine TokoClinic by Tokopedia Farma.(Dok.Tokopedia)

TOKOPEDIA meluncurkan layanan telemedicine TokoClinic by Tokopedia Farma yang mengintegrasikan konsultasi dokter online, resep digital, hingga pembelian obat melalui lebih dari 3.000 farmasi berlisensi dalam satu aplikasi.

Peluncuran layanan tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang masih kesulitan memperoleh layanan kesehatan secara cepat dan mudah.

Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan TokoClinic dihadirkan untuk memastikan pembelian obat secara online berlangsung lebih aman dan bertanggung jawab.

“Melalui TokoClinic, kami ingin memastikan pengalaman membeli obat online tidak hanya praktis, tetapi jauh lebih aman dan bertanggung jawab. Dengan integrasi konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu alur, kami berharap masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih tepercaya,” ujar Stephanie, Selasa (26/5).

KONSULTASI DOKTER

Melalui layanan tersebut, pengguna dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi secara daring. Setelah konsultasi, dokter dapat menerbitkan resep digital yang terverifikasi langsung di aplikasi sebelum pengguna membeli obat di jaringan farmasi rekanan Tokopedia.

Tokopedia menyebut sistem itu dirancang untuk memastikan obat yang dibeli sesuai resep dan ketentuan distribusi obat secara online.

Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sepanjang 2025 menunjukkan terdapat 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital. Temuan itu dinilai menjadi tantangan serius dalam pengawasan pembelian obat secara online.

Menurut Stephanie, kehadiran resep digital terintegrasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh obat secara lebih aman sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan obat.

“Ke depan, kami berharap TokoClinic by Tokopedia Farma dapat membantu memperluas akses layanan kesehatan digital yang aman dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, Tokopedia juga ingin mendorong kolaborasi dengan tenaga medis, farmasi berlisensi, dan regulator untuk membangun ekosistem kesehatan digital yang lebih bertanggung jawab.

INDUSTRI FARMASI

Di sisi lain, industri farmasi nasional diperkirakan terus tumbuh dengan potensi pasar mencapai Rp225 triliun pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan percepatan transformasi digital di sektor kesehatan.

Peluncuran layanan telemedicine tersebut disebut sejalan dengan agenda transformasi digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya pilar transformasi teknologi kesehatan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses dan terjangkau.

Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2023-2025, Mahesa Paranadipa Maikel, menilai telemedicine dapat menjadi solusi untuk mempercepat akses layanan kesehatan, terutama bagi pasien dengan kondisi non-darurat.

“Yang terpenting, layanan kesehatan digital harus tetap mengedepankan keselamatan pasien, penggunaan obat yang bertanggung jawab, serta hak pasien untuk memilih pengobatan sesuai kebutuhan dan kesanggupan masing-masing,” ujar Mahesa. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *