
MEMBANGUN minat baca pada anak bukanlah perkara instan, melainkan sebuah proses pembentukan budaya di dalam keluarga. Psikolog anak dan keluarga, Sani B. Hermawan, P.Si, menekankan pentingnya peran orangtua dalam memperkenalkan buku sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari anak sejak usia dini.
Menurut lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini, langkah awal yang paling efektif adalah dengan menghadirkan atmosfer literasi di rumah. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas fisik yang memadai dan menarik bagi anak.
“Misalnya ada sudut baca anak, ditaruh rak-rak buku yang menyenangkan yang anak gampang baca dan ambilnya,” ujar Sani, dikutip Selasa (26/5)
Pentingnya Kesesuaian Usia dan Media
Sani menjelaskan bahwa pemilihan jenis buku harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Untuk anak usia prasekolah, buku fisik dengan elemen visual yang kuat dan fitur interaktif jauh lebih disarankan dibandingkan buku digital.
Buku fisik memberikan stimulasi sensorik yang lebih baik bagi perkembangan motorik dan fokus anak. Sebaliknya, buku digital baru dianggap efektif ketika anak sudah beranjak dewasa karena faktor fleksibilitas dan kemudahan akses di mana saja.
Berikut adalah panduan pemilihan buku dan aktivitas membaca berdasarkan kategori usia menurut Sani B. Hermawan:
| Kategori Usia | Rekomendasi Jenis Buku | Aktivitas Pendukung |
|---|---|---|
| Pra-Sekolah / Anak Kecil | Buku fisik, gambar besar, buku interaktif (berbunyi). | Mencari perbedaan gambar, menjawab teka-teki sederhana. |
| Anak Lebih Dewasa | Buku digital (e-book) atau buku fisik bertema minat khusus. | Diskusi isi buku, membaca mandiri secara fleksibel. |
Membaca sebagai Momen Kedekatan Keluarga
Lebih dari sekadar transfer informasi, aktivitas membaca bersama orangtua merupakan sarana membangun ikatan emosional (bonding). Sani menyarankan orangtua untuk meluangkan waktu secara berkala, misalnya sebelum tidur, untuk membacakan cerita atau membahas isi buku bersama anak.
“Terpenting sebenarnya anak merasa nyaman, enak, ada interaksi antara orang tua dan anak dalam membaca. Jadi bahan interaksi dengan orang tua,” tambahnya. Ketika anak merasa nyaman, mereka akan mengasosiasikan buku dengan kehangatan keluarga, bukan sebagai beban pelajaran.
Manfaat Jangka Panjang bagi Anak
Selain menjadi solusi efektif untuk mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan layar perangkat elektronik (gadget), budaya membaca memiliki dampak luas bagi tumbuh kembang anak, di antaranya:
- Kemampuan Kognitif: Membantu membangun kemampuan berpikir secara mendalam.
- Karakter: Membentuk kepribadian yang baik melalui nilai-nilai dalam cerita.
- Kreativitas: Meningkatkan daya imajinasi anak.
- Sosialisasi: Mengasah kemampuan interaksi melalui diskusi dan pemahaman konteks cerita.
Dengan memperkenalkan buku sejak dini dan menciptakan lingkungan yang mendukung, orang tua tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga warisan kebiasaan positif yang akan bermanfaat bagi masa depan anak. (Ant/Z-1)
