Jelang Iduladha, Harga Daging Sapi dan Cabai Merah Lokal Meroket di Sejumlah Pasar Tradisional
Jelang Iduladha, harga komoditas cabai merah merangkak naik.(MI/Kristiadi )

MENJELANG Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sejumlah komoditas kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, terpantau merangkak naik. Fenomena ini dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta belum masuknya masa panen raya di tingkat petani, sehingga pasokan ke pasar menipis.

Kenaikan harga terjadi secara merata di beberapa pasar besar seperti Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Pasar Manonjaya, dan Pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Komoditas yang terdampak meliputi aneka cabai, bawang, telur, minyak goreng, hingga daging sapi dan ayam.

Daftar Harga Cabai yang Mengalami Kenaikan Signifikan

Heris, 55, salah seorang pedagang di Pasar Cikurubuk, menjelaskan bahwa lonjakan harga paling tajam terjadi pada komoditas cabai merah lokal. “Untuk cabai merah lokal sekarang mencapai Rp120 ribu per kg karena pasokan dari petani menipis akibat faktor cuaca,” ujarnya pada Selasa (26/5).

Berikut adalah rincian harga aneka cabai menjelang Idul Adha:

  • Cabai Merah Lokal: Rp120.000/kg
  • Cabai Domba: Rp82.000/kg
  • Cabai Japlak: Rp80.000/kg
  • Cabai Merah Keriting: Rp60.000/kg

Selain cabai, kelompok sayuran seperti buncis, wortel, bunga kol, tomat, dan kentang juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 per kilogram.

Harga Daging Sapi dan Ayam di Pasar Tradisional

Sektor protein hewani juga tidak luput dari kenaikan harga. Berdasarkan data dari UPT Pasar Induk Cikurubuk, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras dijual seharga Rp40.000 per kilogram dan daging ayam kampung mencapai Rp60.000 per kilogram.

Info Harga Sembako Lainnya:

  • Bawang Merah: Rp42.000/kg
  • Bawang Putih: Rp45.000/kg
  • Telur Ayam: Rp28.000/kg
  • Minyak Goreng Curah: Rp22.000/kg
  • Beras Premium: Rp13.500 – Rp16.000/kg (Stabil)

Imbauan agar Warga tidak Panic Buying

Penata Layanan Operasional UPT Pasar Induk Cikurubuk, Dodi Indra, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga di lapangan. Ia mengakui bahwa daya beli masyarakat cenderung meningkat drastis menjelang Iduladha, yang berimbas pada kenaikan harga di tingkat pedagang.

“Kami meminta warga jangan panic buying atau berbelanja secara berlebihan. Kenaikan ini memang terjadi karena hukum pasar saat permintaan tinggi dan pasokan berkurang, namun stok dipastikan masih tersedia untuk mencukupi kebutuhan hari raya,” pungkas Dodi. (AD/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *