
DIREKTUR Risiko (Risk Director) PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS), Moon Sungwon menyampaikan bahwa dukungan dari Woori Bank Korea menjadi salah satu fondasi penting bagi penguatan bisnis BWS, baik dari sisi permodalan, likuiditas, tata kelola, pengembangan bisnis, bahkan sampai sisi transfer pengetahuan di bidang perbankan.
“Oleh karena itu, sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham sebesar 90,75%, Woori Bank Korea sendiri memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan BWS di Indonesia. Dan dukungan tersebut tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga konkret,” kata Moon pada acara Public Expose Tahunan yang digelar di Jakarta pada Selasa, (26/5)
Sebagai contoh, pada tahun lalu, Woori Bank Korea mendukung likuiditas BWS dengan melakukan suntikan dana sebesar US$500 juta. Dukungan ini, lanjut dia, mencerminkan komitmen pemegang saham pengendali dalam menjaga ketahanan likuiditas BWS, sekaligus memperkuat kapasitas BWS untuk mendukung kebutuhan bisnis nasabah. Selain itu, Woori Bank Korea juga telah menunjukkan komitmen jangka panjang lain melalui penguatan modal BWS.
Dalam beberapa tahun terakhir, BWS melakukan PMH METD 4 pada 2023 yang menghasilkan tambahan modal sekitar Rp3,1 triliun seperti yang tadi sudah dipaparkan ketika RUPS. Langkah ini memperkuat kapasitas BWS dalam menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Dari sisi fundamental, posisi permodalan BWS tetap sangat kuat. Per akhir 2025, BWS mencatat modal inti Rp9,53 triliun dan ekuitas sebesar Rp10,61 triliun, serta rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 29,39%.
“Posisi tersebut memberikan ruang bagi kami untuk terus memperkuat bisnis secara sehat, selektif, dan prudent. Dan dukungan Woori Bank Korea akan terus diarahkan untuk memperkuat sinergi bisnis, khususnya dalamlayanan korporasi, international banking, trade finance, treasury, serta pengembangan layanan digital. Dan kami dari BWS juga dapat memanfaatkan jaringan dan pengalaman Woori Bank Korea untuk menangkap peluang ekosistem bisnis Korea di Indonesia,” pungkasnya. (Fal)
