
PASANGAN ganda putri andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, menyatakan kesiapan penuh untuk mengawali perjuangan mereka di turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026. Berdasarkan jadwal, duet Merah Putih ini akan menantang pasangan tangguh Marie Bouzkova (Republik Ceko) dan Sara Sorribes Tormo (Spanyol) pada babak pertama yang digelar hari ini, Rabu (27/5).
Pelatih Aldila Sutjiadi, Christopher Rungkat, mengungkapkan bahwa kondisi anak asuhnya saat ini sangat prima. Modal positif didapat setelah Aldila berhasil meraih posisi runner-up di Maroko Terbuka pekan lalu saat berpasangan dengan petenis veteran Vera Zvonareva.
“Semua sudah siap untuk French Open. Aldila sendiri meraih hasil yang cukup lumayan minggu lalu bisa runner-up di Maroko,” ujar Christopher Rungkat melalui pesan singkat, Selasa (26/5).
Modal Positif di Lapangan Tanah Liat
Kekompakan Aldila dan Janice telah teruji dalam beberapa turnamen pemanasan di lapangan tanah liat (clay court) musim ini. Mereka tercatat menembus perempat final WTA 1000 Madrid dan memberikan perlawanan sengit kepada pasangan elite Amerika Serikat, Coco Gauff/Caty McNally, di Roma.
Berikut adalah catatan performa terbaru Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen menjelang French Open 2026:
| Turnamen | Pencapaian | Keterangan |
|---|---|---|
| WTA 250 Maroko Terbuka | Runner-up | Aldila berpasangan dengan Vera Zvonareva |
| WTA 1000 Madrid | Perempat Final | Duet Aldila Sutjiadi/Janice Tjen |
| WTA 1000 Roma | Babak Pertama | Kalah tipis dari Gauff/McNally (5-7, 7-5, 11-13) |
| WTA 250 Rabat | Babak Kedua | Janice Tjen tampil sebagai unggulan teratas |
Misi Balas Dendam dan Memori 2023
Pertandingan melawan Bouzkova/Sorribes Tormo kali ini membawa nuansa emosional tersendiri bagi Aldila. Pada Prancis Terbuka 2023, Aldila, yang saat itu berpasangan dengan Miyu Kato (Jepang), mengalami insiden diskualifikasi yang kontroversial di babak ketiga saat menghadapi lawan yang sama.
Kala itu, protes keras dari Bouzkova dan Sorribes Tormo membuat wasit mengubah keputusan dari peringatan menjadi diskualifikasi setelah bola yang dipukul Kato secara tidak sengaja mengenai ball girl. Christopher berharap pengalaman pahit tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi Aldila.
“Dila pernah lawan mereka yang waktu itu ada kejadian diskualifikasi. Kita siap, mudah-mudahan bisa maksimal di round pertama. Dengan hasil Dila dan Janice di beberapa minggu ini, mudah-mudahan bisa bermain dengan confidence,” tambah Christo.
Saat ini, tim pelatih fokus mematangkan adaptasi di lapangan utama (main site) Roland Garros. Meskipun karakter lapangan tanah liat di Paris relatif serupa dengan lapangan latihan di luar, memukul bola di arena utama dianggap penting untuk membangun atmosfer pertandingan bagi pasangan Indonesia tersebut. (Ant/Z-1)
