136 Rumah di Bogor Terendam Banjir imbas Luapan Kali Cijayanti
ilustrasi(Antara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan sebanyak 138 rumah warga di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terendam banjir pada Minggu (24/5). Bencana ini dipicu oleh luapan Kali Cijayanti setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 17.15 WIB. Luapan air menyasar wilayah Kampung Babakan Cicerewed, yang mencakup sejumlah RT di RW 01, RW 02, RW 06, dan RW 09.

“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama, aliran Kali Cijayanti meluap dan berdampak langsung ke permukiman warga,” ujar Adam melalui laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bogor.

Dampak Banjir dan Kerusakan Bangunan

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga mencapai titik tertinggi sekitar 150 sentimeter atau 1,5 meter. Sebanyak 138 Kepala Keluarga (KK) dengan total sekitar 456 jiwa terdampak oleh kejadian ini.

Selain merendam ratusan rumah, terjangan air juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup serius. Satu unit rumah milik warga bernama Enjuh di RT 03 RW 01 dilaporkan mengalami rusak berat hingga ambruk. Beruntung, penghuni rumah yang terdiri dari satu keluarga dengan dua jiwa berhasil menyelamatkan diri dan kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa banjir luapan ini.

Data Dampak Banjir Cijayanti:

  • Rumah Terendam: 138 Unit
  • Warga Terdampak: 456 Jiwa (138 KK)
  • Rumah Rusak Berat: 1 Unit (Ambruk)
  • Ketinggian Air: 70 cm – 150 cm

Penanganan Darurat dan Kondisi Terkini

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bogor, Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP Kecamatan Babakan Madang, perangkat desa, Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga PMI telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Adam menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil meliputi kaji cepat, koordinasi dengan aparat setempat, edukasi kebencanaan kepada warga, hingga proses penyedotan air di titik-titik yang masih tergenang parah.

“Kebutuhan mendesak saat ini bagi warga terdampak adalah bantuan logistik tanggap darurat,” tambahnya.

Hingga Minggu malam, kondisi air dilaporkan sudah mulai berangsur surut. Warga bersama tim gabungan mulai bergotong royong melakukan pembersihan sisa-sisa lumpur dan genangan air yang sempat masuk ke dalam rumah mereka. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *