3 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bila Dikerjakan Pahalanya Sebesar Ini!
Simak keutamaan puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah beserta bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah untuk menyempurnakan ibadah Dzulhijjah(Dok. Mozaik Islam)

PUASA Tarwiyah yang dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Ibadah ini menjadi pembuka sebelum memasuki puasa Arafah pada keesokan harinya.

Berikut adalah daftar keutamaan menjalankan puasa Tarwiyah berdasarkan penjelasan para ulama:

  1. Amal Saleh di Waktu yang Dicintai Allah

    Puasa Tarwiyah termasuk dalam rangkaian amal saleh di 10 hari awal Dzulhijjah. Berdasarkan dalil umum, amal saleh yang dikerjakan pada periode ini lebih dicintai Allah SWT dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam setahun.
  2. Mendapat Pahala Puasa Sunnah Terbaik

    Puasa adalah salah satu ibadah terbaik dalam Islam. Melaksanakannya di waktu yang mulia seperti bulan Dzulhijjah akan memberikan nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT. Meskipun hadis khusus mengenai “menghapus dosa setahun” untuk puasa Tarwiyah dinilai lemah (dhaif) oleh banyak ulama, namun anjuran puasa ini tetap kuat jika didasarkan pada dalil umum keutamaan beramal di awal Dzulhijjah. 
  3. Penyempurna Ibadah Sebelum Arafah

    Menjalankan puasa Tarwiyah menjadi sarana bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah sebelum melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang memiliki dalil khusus lebih kuat.

Untuk memantapkan ibadah Anda, berikut adalah bacaan niat yang dapat dilafalkan:

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta‘ala.”

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah):

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta‘ala.”

Niat dilakukan di dalam hati dan dapat dilafalkan pada malam hari hingga sebelum waktu Subuh. Namun, untuk puasa sunnah, niat masih diperbolehkan dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum Zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *