
PEMERINTAH Indonesia mengecam keras tindakan Israel terhadap para relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditangkap saat berlayar menuju Jalur Gaza. Indonesia menegaskan perlakuan terhadap para aktivis tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dirilis pada Kamis (21/5), Indonesia menegaskan sikapnya. “Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Kecaman itu muncul setelah beredarnya rekaman penahanan para aktivis flotilla oleh aparat Israel. Dalam video yang viral di media sosial, sejumlah relawan terlihat dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang tubuh mereka.
Rekaman itu diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Seorang perempuan yang berteriak Free Palestine juga dipaksa petugas hingga jatuh ke lantai. Ben-Gvir bahkan mengejek para tahanan sambil berdiri membawa bendera Israel.
“Indonesia kembali menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan relawan yang tergabung di dalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” lanjut pernyataan Kemenlu RI.
Pemerintah Indonesia memastikan upaya diplomatik terus dilakukan untuk membebaskan seluruh warga negara Indonesia yang ikut dalam misi tersebut. Sejak awal keberangkatan armada, Kemlu RI bersama sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan para WNI.
“Perlindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke Tanah Air secepatnya,” lanjut pernyataan Kemlu RI.
Sembilan WNI, termasuk empat jurnalis, terkonfirmasi ikut ditahan aparat Israel bersama ratusan aktivis internasional lain yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0.
Penangkapan para relawan dan perlakuan Israel juga memicu kecaman luas dari berbagai negara dunia. Sejumlah pemerintah Eropa hingga Kanada memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas perlakuan terhadap para aktivis sipil internasional tersebut. (Dhk/P-3)
