
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperluas jaringan LRT Jakarta hingga menjangkau kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat konektivitas transportasi massal antara ibu kota dengan kawasan penyangga di sekitarnya.
Gubernur DKI Jakarta. Pramono Anung, menjelaskan bahwa saat ini pengembangan trase LRT Jakarta baru mencapai kawasan Ancol. Ke depan, pengembangan jalur ke arah utara akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pusat kegiatan ekonomi dan gerbang internasional.
“Sedangkan dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 dan sampai dengan Soekarno-Hatta. Rutenya, trasenya diselesaikan kemudian. Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (21/5).
Guna mempercepat realisasi proyek tersebut, Pramono telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang baru, Budi, untuk segera merampungkan kajian teknis terkait trase lanjutan tersebut. Percepatan kajian ini dinilai krusial agar pengembangan sistem transportasi terintegrasi dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya akan meminta, kebetulan Pak Budi, Kepala Dinas Perhubungan yang baru, untuk segera menyelesaikan trase dari Ancol, PIK 2 sampai dengan Soekarno-Hatta,” tegasnya.
Selain fokus pada jalur utara, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan keberlanjutan proyek LRT Jakarta Fase 1B. Setelah rute Velodrome-Manggarai rampung, pembangunan akan dilanjutkan dengan ekstensi dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
“Untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, untuk menuntaskan mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” tambah Pramono.
Pramono optimistis bahwa perluasan jaringan LRT ini, ditambah dengan rencana pembangunan MRT lintas Balaraja-Cikarang, akan menciptakan sistem transportasi yang komprehensif. Integrasi ini diharapkan mampu menekan ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi dan mengurai kemacetan di Jakarta secara signifikan.
“Maka kalau itu bisa dilakukan, semua loop dan juga utara-selatan maupun tengah yang nanti akan ada MRT dari Balaraja-Cikarang, itulah yang akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik. Itu yang kami putuskan,” pungkasnya. (Z-10)
