
KLUB raksasa Inggris Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih anyar untuk menukangi tim mulai musim depan dengan ikatan kontrak berdurasi empat tahun. Pengumuman resmi mengenai penunjukan arsitek lapangan asal Spanyol tersebut dilakukan manajemen ‘The Blues‘ pada Minggu (17/5), dan sang juru taktik dijadwalkan bakal mulai menunaikan tugasnya di Stamford Bridge pada 1 Juli 2026. Kehadiran Alonso diharapkan mampu menjadi jaminan kebangkitan bagi Chelsea yang baru saja melewati periode kompetisi yang sangat berat.
Langkah ‘The Blues‘ untuk merengkuh trofi harus kandas setelah ditundukkan Manchester City di partai final Piala FA pada Sabtu (16/5), sementara di panggung Liga Primer Inggris mereka masih tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan menyisakan dua pertandingan.
Nama Alonso sendiri meroket di panggung sepak bola dunia setelah menorehkan tinta emas bersama Bayer Leverkusen dengan mempersembahkan gelar juara Liga Jerman dan Piala Jerman tanpa tersentuh kekalahan pada musim 2023/24. Kendati demikian, petualangan terakhirnya bersama Real Madrid berjalan relatif singkat lantaran ia memutuskan hengkang pada Januari lalu setelah baru ditunjuk tahun lalu.
“Chelsea Football Club dengan senang hati mengumumkan penunjukan Xabi Alonso sebagai manajer tim pria,” tulis pernyataan resmi klub seperti dikutip dari AFP.
“Pelatih asal Spanyol itu akan memulai perannya pada 1 Juli 2026 setelah menyepakati kontrak empat tahun di Stamford Bridge,” imbuhnya.
Mantan gelandang legendaris tersebut kini dihadapkan pada ekspektasi dan tantangan masif untuk mengembalikan kejayaan klub London Barat itu.
Walau sempat membawa pulang trofi Piala Dunia Antarklub dan UEFA Conference League pada musim lalu, performa Chelsea dinilai belum sebanding dengan investasi fantastis BlueCo yang telah menggelontorkan dana lebih dari satu miliar pound sterling demi belanja pemain sejak mengambil alih kepemilikan dari Roman Abramovich pada 2022. Kegagalan di Stadion Wembley akhir pekan kemarin bahkan memperpanjang masa puasa gelar domestik klub selama delapan musim beruntun.
“Chelsea adalah salah satu klub terbesar di dunia dan menjadi kebanggaan besar bagi saya untuk menjadi manajer klub hebat ini,” tutur Alonso.
“Dari pembicaraan saya dengan kelompok pemilik dan pimpinan olahraga klub, sangat jelas bahwa kami memiliki ambisi yang sama. Kami ingin membangun tim yang mampu bersaign secara konsisten di level tertinggi dan memperebutkan trofi,” imbuhnya.
Ia pun optimistis dengan modal materi pemain yang dimilikinya saat ini.
“Banyak talenta besar di dalam skuad dan potensi luar biasa di klub ini dan menjadi kehormatan bagi saya untuk memimpinnya. Sekarang fokusnya adalah bekerja keras, membangun kultur yang tepat, dan memenangkan trofi.”
Langkah manajemen BlueCo yang agresif dalam mendatangkan barisan pemain muda dari berbagai penjuru dunia sejauh ini terus menuai gelombang kritik dari para pendukung setia.
Meski kebijakan tersebut berhasil memunculkan talenta menonjol seperti Cole Palmer, minimnya kematangan pengalaman di dalam skuad maupun jajaran staf pelatih dituding menjadi akar utama inkonsistensi performa tim sepanjang musim.
Alonso kini tercatat sebagai manajer permanen keenam di Stamford Bridge dalam kurun waktu empat tahun terakhir, mengikuti jejak Thomas Tuchel, Graham Potter, Mauricio Pochettino, Enzo Maresca, dan Liam Rosenior.
Rosenior sendiri didepak dari kursi kepelatihan pada April lalu setelah rentetan hasil buruk berupa lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik tanpa mampu melesakkan satu gol pun, sebuah catatan kelam yang pertama kali dialami klub sejak 1912. Setelah pemecatan tersebut, pelatih interim Calum McFarlane memang sempat berhasil membawa Chelsea melangkah hingga ke partai puncak Piala FA.
Namun, di kompetisi liga, ‘The Blues‘ justru melempem tanpa meraih satu pun kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka, yang membuat posisi klub kini terancam gagal mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Di sisi lain, keberhasilan melabuhkan Alonso menjadi angin segar sekaligus pembuktian penting bagi pihak pemilik Chelsea yang kerap disudutkan. Pasalnya, sebelum resmi merapat ke Stamford Bridge, arsitek lapangan tersebut sempat santer diharapkan oleh basis pendukung Liverpool untuk kembali ke Anfield guna menggantikan posisi pelatih kepala Arne Slot yang saat ini sedang berada di bawah tekanan besar. (E-4)
