Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Pancaroba Menurut Ahli Gizi
Ilustrasi(magnific)

PERUBAHAN cuaca yang drastis di musim pancaroba, yang kini diperparah dengan fenomena El Nino, menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Dokter Gizi Klinik lulusan Universitas Diponegoro, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, mengingatkan bahwa kondisi ini dapat melemahkan sistem imun sekaligus mempercepat perkembangbiakan kuman, virus, dan bakteri.

Yohan menjelaskan bahwa tubuh yang kurang istirahat, mengalami stres, atau memiliki penyakit bawaan seperti asma dan alergi, akan jauh lebih rentan terserang penyakit.

Ancaman Penyakit dan Anomali Cuaca

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan BMKG menunjukkan adanya korelasi kuat antara perubahan iklim dengan risiko kesehatan di Indonesia. Berikut adalah ringkasan data terkait ancaman kesehatan di musim pancaroba:







Kategori Detail Informasi
Penyakit Umum Influenza, Batuk Pilek, ISPA, Diare, dan DBD.
Data WHO (2024) Peningkatan signifikan penyakit sensitif iklim (khususnya DBD).
Data BMKG Anomali suhu 0,8°C lebih tinggi dari rata-rata (salah satu tahun terpanas).

Sinergi Nutrisi: Manfaat Susu dan Kurma

Untuk menangkal risiko penyakit tersebut, dr. Yohan menyarankan masyarakat untuk fokus pada asupan nutrisi yang mampu menjaga stamina dan memperkuat daya tahan tubuh. Kombinasi susu dan kurma dinilai sebagai pilihan yang sangat efektif.

“Gula alami dari kurma memberikan energi instan untuk mengurangi lelah. Sementara protein pada susu mendukung kesehatan tulang, dan serat kurma membantu pencernaan. Multivitamin serta antioksidan di dalamnya berfungsi memperkuat benteng pertahanan tubuh,” papar Yohan, dikutip Minggu (17/5).








Kandungan Nutrisi Manfaat bagi Tubuh
Gula Alami (Kurma) Energi instan dan mengatasi kelelahan.
Protein (Susu) Menjaga kesehatan tulang dan regenerasi sel.
Serat (Kurma) Melancarkan sistem pencernaan.
Antioksidan & Multivitamin Memperkuat sistem imun (daya tahan tubuh).

Tren Gaya Hidup Sehat Pasca Pandemi

Senada dengan hal tersebut, pemerhati gaya hidup Hamidah Rachmayanti mengamati adanya pergeseran positif pada perilaku masyarakat. Pasca pandemi covid-19, kesadaran akan pola makan seimbang terus meningkat secara signifikan.

Menurut Hamidah, masyarakat kini jauh lebih kritis dan peduli terhadap kandungan nutrisi dalam setiap makanan yang mereka konsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan telah menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan cuaca yang tidak menentu. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *