
JUVENTUS berada dalam situasi kritis dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Menjamu Fiorentina di Allianz Stadium pada Minggu (17/5), skuat berjuluk Bianconeri tersebut dipaksa menyerah dengan skor telak 0-2.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Juventus yang kini tertinggal dua poin dari zona Liga Champions. Dengan hanya menyisakan satu pertandingan di pengujung musim Serie A, peluang mereka untuk tampil di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut kini berada di ujung tanduk.
Spalletti Pasang Badan
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Namun, alih-alih menyalahkan anak asuhnya, pelatih berusia 68 tahun tersebut memilih untuk mengambil tanggung jawab penuh atas performa buruk timnya di lapangan.
“Pertama-tama, saya harus mempertanyakan diri saya sendiri daripada para pemain. Jika ini yang ditawarkan oleh tim saya, saya harus menilai sebagian besar dari apa yang telah saya lakukan, sebelum menganalisis apa yang telah mereka lakukan,” ujar Spalletti saat memberikan keterangan kepada Sky Sport.
| Skor Akhir | 0 – 2 |
| Status Tim | Tertinggal 2 Poin dari Zona UCL |
| Lokasi | Allianz Stadium, Turin |
| Sisa Laga | 1 Pertandingan |
Kalah Duel dan Mentalitas
Spalletti mengakui bahwa Fiorentina tampil sangat efisien, bahkan mampu mencetak gol melalui tembakan tepat sasaran pertama mereka. Ia menilai Juventus gagal memulai pertandingan dengan intensitas yang tepat dan kalah dalam banyak duel kunci di lapangan.
Menanggapi pertanyaan media yang menyebut laga ini sebagai partai “hidup-mati”, Spalletti memberikan respons keras. Ia meminta agar situasi tidak dibesar-besarkan secara berlebihan meski menyadari dampak finansial yang besar jika gagal lolos ke Liga Champions.
“Kenyataan bahwa ini semua telah berakhir, bahwa kami semua sudah mati, itu salah. Ini adalah hasil yang mengerikan, tapi berbicara tentang perang adalah hal yang salah. Ini hanya sebuah pertandingan sepak bola,” tegasnya seperti dikutip dari Football Italia.
Fokus Laga Pamungkas
Menjelang pertandingan terakhir musim ini, Spalletti berkomitmen untuk membenahi kondisi mental para pemainnya. Ia ingin menciptakan ketenangan agar tim bisa bermain lebih agresif dan rapi demi mengembalikan dukungan publik Turin.
“Liga Champions adalah sesuatu yang layak didapatkan oleh Juventus dan para penggemar mereka. Saya harus tampil baik dalam pertandingan terakhir nanti,” tutup Spalletti yang tetap optimis pada fondasi tim yang telah dibangun sepanjang musim. (Ndf/I-1)
