
BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Aspekpir Indonesia mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan UMKM berbasis sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada 12-13 Mei 2026.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan praktik pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak untuk mendukung program Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA), serta pembuatan biochar dan pemanfaatan tandan kosong sawit skala UMKM.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sawit Jaya itu diikuti ratusan peserta yang terdiri atas petani sawit plasma, perwakilan koperasi petani sawit, serta pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, mengatakan pelatihan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru berbasis limbah sawit.
“Kegiatan workshop pelatihan pembuatan pakan ternak berbahan baku sawit di Kabupaten Paser berlangsung hangat dan penuh antusias,” kata Djoko.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Paser mengapresiasi dukungan BPDP dalam pengembangan sektor sawit rakyat, mulai dari program peremajaan sawit rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, hingga pelatihan bagi petani.
Menurut Djoko, Kabupaten Paser merupakan daerah pertama di Kalimantan Timur yang mengembangkan perkebunan sawit rakyat sejak 1980-an. Saat ini, ribuan hektare kebun sawit tua di daerah tersebut telah mengikuti program PSR.
“Pemerintah daerah berharap adanya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani agar kesejahteraan petani sawit terus meningkat melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan kemitraan yang berkelanjutan,” ujarnya.
PERKUAT PERAN
Analis Senior Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat, menegaskan BPDP terus memperkuat perannya dalam pembangunan sektor sawit nasional melalui berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dana yang dihimpun dari pungutan ekspor kelapa sawit dikembalikan untuk kepentingan rakyat melalui program-program pengembangan dan pemberdayaan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Anwar.
Ia menjelaskan BPDP memiliki sejumlah program unggulan, salah satunya program Peremajaan Sawit Rakyat dengan dukungan pendanaan hingga Rp60 juta per hektare guna meningkatkan produktivitas petani.
Selain itu, BPDP juga menjalankan program beasiswa sawit untuk mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan, serta mendukung riset dan hilirisasi produk sawit untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional.
Ketua DPD I Aspekpir Kalimantan Timur, Aliyadi, mengapresiasi dukungan BPDP terhadap kegiatan pemberdayaan petani sawit melalui pengembangan UMKM berbasis biomassa sawit.
“Kegiatan pembuatan biochar maupun pakan ternak dari daun sawit, serta penerapan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA), merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas petani sawit plasma,” ujarnya.
Menurut dia, inovasi pengolahan biomassa sawit menjadi produk bernilai ekonomi seperti biochar, pakan ternak, dan pemanfaatan tandan kosong sawit menjadi solusi berkelanjutan yang dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga lingkungan. (E-2)
