
WAKIL Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memprioritaskan program swasembada pangan nasional di atas kepentingan janji politik lokal. Hal ini ditegaskan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Bima Arya menekankan bahwa sinkronisasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pangan saat ini. Ia meminta pemerintah daerah tidak menomorduakan agenda ketahanan pangan nasional.
“Kita mendorong agar kepala daerah juga memaksimalkan, memanfaatkan APBD-nya untuk program-program swasembada pangan,” ujar Bima Arya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (16/5).
Ia menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT), harus dioptimalkan untuk mendukung intervensi pasar serta menjamin kelancaran distribusi bahan pangan ke masyarakat.
Selain aspek anggaran, Wamendagri juga menyoroti pentingnya kepekaan pemimpin daerah terhadap kondisi riil di lapangan. Kepala daerah diminta aktif memantau jalur distribusi, mengawasi rantai produksi, dan melakukan pengecekan harga komoditas secara berkala.
“Karena di situ nanti akan terlihat data-datanya,” tambahnya menekankan pentingnya validasi data lapangan untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
Pemerintah pusat sendiri terus melakukan pengawasan ketat melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi rutin yang telah berjalan sejak Oktober 2022. Kemendagri juga menerapkan mekanisme insentif fiskal berbasis stick and carrot (penghargaan dan evaluasi) untuk memacu kinerja daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif pengendalian inflasi yang berhasil mengintegrasikan sistem pangan dari hulu ke hilir. Ia memastikan Kemendagri akan terus mengawal gerakan ini di seluruh wilayah Indonesia.
“Mudah-mudahan kita kawal bersama gerakan ini, dan tetap berlanjut di daerah lain. Kemendagri siap mengawal bersama,” pungkasnya. (Ant/Z-10)
