
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah dan menilai tragedi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila nilai-nilai Pancasila dan konstitusi dijalankan dengan baik. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita didirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ujar Prabowo.
Presiden mengatakan Indonesia dibangun di atas prinsip persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Menurut Prabowo, nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945, termasuk melalui Pasal 33 yang menempatkan sistem ekonomi nasional berdasarkan asas kekeluargaan.
Ia menilai prinsip tersebut menegaskan bahwa kelompok yang kuat memiliki tanggung jawab membantu kelompok yang lemah. Presiden menyebut buruh, petani, nelayan, aparat negara, tentara, dan polisi merupakan bagian dari rakyat yang harus dilindungi negara.
Sementara itu, para pemimpin, politisi, dan birokrat disebut hanya menerima mandat dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan.
Aparat Diminta Mengabdi kepada Rakyat
Prabowo juga mengingatkan aparat negara, termasuk tentara dan polisi, agar memahami bahwa seluruh fasilitas dan kehormatan yang mereka miliki berasal dari rakyat.
“Aparat, tentara, polisi anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat,” kata Prabowo.
Menurutnya, jika nilai dasar bernegara benar-benar dipahami dan diresapi, maka tindakan pelanggaran terhadap rakyat tidak perlu terjadi. Ia pun bersyukur kasus yang menimpa Marsinah terjadi di masa lalu dan berharap menjadi pelajaran untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengaku merasa terhormat mendapat kesempatan menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah menerima usulan bersama dari organisasi buruh. Prabowo juga menyinggung masih adanya pola pikir sebagian pelaku usaha yang terlalu berorientasi pada keuntungan besar dengan mengabaikan nilai kemanusiaan.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak sesuai dengan semangat berdirinya Republik Indonesia. Prabowo kemudian mengajak dunia usaha membangun semangat Indonesia Incorporated yang disebutnya sebagai konsep negara kekeluargaan.
“Seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan seluruh pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dengan keberanian dan komitmen yang kuat. (Ant/E-3)
