Diterjang Banjir Sungai Waridin, Jembatan Penghubung Dua Desa di Kendal Terputus
Jembatan Sungai Waridin di Kecamatan Kaliwungi, Kabupaten Kendal yang terputus diterjang banjir.(MI/SUPARDJI RASBAN)

AKSES transportasi warga di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, lumpuh total setelah jembatan penghubung antar-desa terputus diterjang derasnya banjir Sungai Waridin pada Jumat (15/5/2026) malam. Selain menghanyutkan jembatan, luapan air juga mengakibatkan tanggul longsor dan merendam sejumlah rumah warga di bantaran sungai.

Jembatan yang terputus merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Kumpulrejo dengan Desa Kebonadem. Derasnya arus sungai tidak hanya merobohkan struktur jembatan, tetapi juga menggerus infrastruktur di sekitarnya.

Wiryono, salah seorang warga Desa Kumpulrejo, mengungkapkan bahwa banjir kali ini sangat merusak. Selain jembatan yang hanyut, jalan desa terkikis dan pintu air yang berfungsi mengendalikan debit air turut hilang terbawa arus.

“Pintu air yang digunakan untuk mencegah air sungai meluap juga ikut hilang terbawa arus sungai,” ujar Wiryono saat ditemui pada Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah hulu (atas) menyebabkan Sungai Waridin membawa material sampah dan potongan kayu. Material tersebut tersangkut di tiang jembatan, sehingga beban air yang tertahan menjadi terlalu berat.

“Karena menahan derasnya air, jembatan tidak mampu bertahan dan akhirnya hanyut,” tambahnya.

Senada dengan Wiryono, Sholikhin (47), warga Desa Kebonadem, menyebutkan bahwa luapan Sungai Waridin memberikan dampak paling parah di wilayah Desa Kumpulrejo.

Tanggul Sepanjang 50 Meter Longsor

Kepala Desa Kumpulrejo, Edi Hariyanto, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat hujan lebat mengguyur wilayah selatan Kendal. Debit air Sungai Waridin meningkat drastis dengan membawa tumpukan sampah kayu.

“Karena derasnya aliran sungai dan banyaknya potongan kayu serta sampah yang tersangkut di tiang, jembatan tidak mampu menahan beban banjir,” jelas Edi.

Edi merinci kerusakan yang terjadi cukup masif. Selain jembatan yang hilang, jalan menuju pemukiman warga terkelupas dan mengalami longsor. Kondisi paling mengkhawatirkan adalah longsornya tanggul sungai sepanjang 50 meter yang kini mengancam keselamatan warga di bantaran sungai.

Dampak Kerusakan Banjir Sungai Waridin:

  • Jembatan penghubung Desa Kumpulrejo – Kebonadem putus total.
  • Tanggul sungai sepanjang 50 meter longsor.
  • Pintu air pengendali banjir hanyut terbawa arus.
  • Jalan pemukiman warga terkelupas dan rusak berat.

Pihak Pemerintah Desa berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal segera melakukan langkah darurat, terutama perbaikan tanggul dan penggantian pintu air.

“Kami berharap Pemkab Kendal segera menangani tanggul yang longsor dan mengganti pintu air. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan saat debit air kembali tinggi, luapan sungai akan langsung masuk ke pemukiman warga,” pungkas Edi.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *