
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports meningkatkan pengawasan keamanan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten buntut insiden pencurian tas bermerek asal Kanada, Lululemon.
“Kami informasikan bahwa InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan, dan telah berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo,” ujar General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Sabtu (16/5)
- Barang Bukti: Ratusan tas merk Lululemon milik PT Pungkook Indonesia One.
- Total Kerugian: Diperkirakan mencapai lebih dari Mata Uang Rupiah 1 miliar.
- Durasi Aksi: Sindikat telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun.
- Tersangka: Tiga orang berinisial K, A, dan F (ditangkap di Karawaci).
Komitmen Keamanan dan Evaluasi Internal
Heru menekankan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum di lingkungan bandara. Ia meminta seluruh entitas dan pekerja yang beroperasi di Bandara Soetta untuk patuh pada regulasi yang berlaku. InJourney Airports mengklaim telah memiliki sistem deteksi dini yang mampu melacak aktivitas mencurigakan di area terbatas.
“Kami memiliki sistem dalam menjaga keamanan, sehingga berbagai aktivitas yang melanggar keamanan pasti dapat terdeteksi. Kami imbau agar seluruh pihak tetap mematuhi aturan,” tegasnya.
Kronologi Pengungkapan
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus pencurian tas di Soekarno-Hatta bermula dari laporan polisi tertanggal 27 April 2026. Tim Reserse kemudian melakukan pengembangan dan berhasil membekuk tiga tersangka pada 29 April 2026 di wilayah Karawaci, Kota Tangerang.
Dari laporan Nomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya pada 27 April 2026 terkait kasus tindak pidana pencurian dan/atau penadahan. Dalam perkara ini ialah PT Pungkook Indonesia One yang beralamat di Grobogan, Jawa Tengah.
PT. Pungkook Indonesia One mengirimkan 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, Tiongkok, melalui kargo Garuda Indonesia pada 14 April 2026. Namun, notifikasi dari Shanghai menyebutkan ada 108 tas yang hilang.
Perusahaan itu disebut mengalami kerugian mencapai Rp 213 juta. Hasil pemeriksaan melalui CCTV di area RA BST serta Pergudangan Soewarna, polisi menemukan 40 karton dari total 512 karton yang sengaja disisihkan saat proses pemeriksaan X-ray.
| Aspek Pengamanan | Tindakan Lanjutan |
|---|---|
| Area Kargo | Peningkatan patroli bersama dan audit akses pekerja. |
| Personel | Verifikasi ulang latar belakang pekerja operator kargo. |
| Teknologi | Optimalisasi sistem deteksi aktivitas ilegal di kawasan terbatas. |
Pencurian tas bermerek di Bandara Soekarno Hatta bermula dari laporan
(Ant/H-4)
