
GENERASI Z dan milenial di Indonesia mulai menggeser paradigma pernikahan dari perayaan mewah menjadi persiapan hidup yang lebih realistis. Berdasarkan survei JAKPAT 2025, pasangan muda kini lebih memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan jangka panjang seperti hunian dan peralatan rumah tangga dibandingkan pesta besar yang menghabiskan biaya ratusan juta rupiah.
Data Bridestory menunjukkan mayoritas calon pengantin sebelumnya menyiapkan anggaran Rp250 juta hingga Rp500 juta untuk satu hari acara.
Namun, tren saat ini memperlihatkan peralihan dana tersebut ke instrumen yang lebih bermanfaat, termasuk pemilihan seserahan yang fungsional.
Fenomena ini salah satunya dipopulerkan oleh konten kreator dan desainer interior, Arrofi Ramadhan, yang memilih alat penunjang rumah tangga sebagai seserahan.
“Karena momennya menikah, saya tidak ingin memberikan sesuatu yang biasa saja. Seserahannya, saya ingin tetap punya nilai personal, bermanfaat untuk rumah tangga kami nanti, dan semoga bisa ikut membanggakan mertua juga,” ujar Arrofi Ramadhan, Minggu (16/5).
Arrofi memilih barang-barang seperti mesin cuci, aki mobil, hingga bor listrik dari Bosch sebagai seserahan. Pilihan ini didasari atas kebutuhan adaptasi pascanikah, mulai dari pembagian tugas domestik hingga mobilitas harian.
Sebagai desainer interior, ia menilai alat pertukangan seperti bor listrik akan sangat berguna saat menempati hunian baru.
Menanggapi tren ini, Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Anggraeni Sofyan, menyatakan bahwa perubahan cara pandang ini sejalan dengan kampanye “Beres Bosch!”. Teknologi hadir untuk membuat kehidupan rumah tangga pasangan muda menjadi lebih praktis.
“Harapannya, produk-produk kami bisa membantu pasangan muda di Indonesia menjadi ‘mantu idaman’ yang kini semakin lekat dengan kesiapan menjalani kehidupan setelah menikah,” kata Fenny. (Z-10)
