
DIREKTUR Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas menyebut langkah Polri yang berhasil mengungkap jaringan perjudian online lintas negara dengan menangkap 321 warga negara asing (WNA) merupakan bentuk perlindungan terhadap rakyat Indonesia. Menurut Fernando, keberhasilan Polri merupakan implementasi dari visi modern kepolisian yang berorientasi pada perlindungan masyarakat rentan.
“Langkah Polri ini adalah bentuk konkrit dari kecerdasan Konsep Presisi yang dicanangkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, sebuah keberpihakan yang nyata kepada rakyat, terutama bagi mereka yang selama ini menjadi korban,” ujar Fernando dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Fernando menilai penangkapan 321 WNA tersebut bukan sekadar capaian statistik, melainkan upaya memutus mekanisme eksploitasi terhadap kelompok menengah ke bawah. Selama ini, kelompok tersebut menjadi sasaran empuk janji keuntungan instan yang berujung pada jeratan utang dan kehancuran rumah tangga.
Tindakan Polri ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menegakkan kedaulatan digital Indonesia. Penangkapan massal pelaku asing ini sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada sindikat kriminal internasional bahwa Indonesia bukan lagi wilayah yang mudah dieksploitasi.
Fernando mengatakan keberhasilan operasi ini dipandang sebagai bukti efektivitas visi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dinilai mampu menjawab tantangan kejahatan siber yang semakin kompleks dan lintas batas yurisdiksi.
Fernando menegaskan bahwa dukungan publik sangat penting agar Polri terus konsisten menghadapi evolusi kejahatan digital. Ia menekankan bahwa penegakan kedaulatan digital merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan penguatan dari sisi regulasi, teknologi, dan sumber daya manusia.
“Momentum ini harus dijaga dan diperkuat. Kejahatan digital tidak mengenal batas, maka perlawanannya pun harus bersifat menyeluruh, terkoordinasi, dan tanpa henti demi masa depan Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan,” pungkasnya. (H-2)
