Mengenal Ritual Thudong: Sejarah, Makna Spiritual, dan Misi Perdamaian Dunia
Setelah dari Sidoarjo, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju arah barat melintasi wilayah Mojokerto sebelum akhirnya mencapai target di Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah.(MI/Heri Susetyo)

Langkah kaki yang tenang namun pasti memecah keriuhan lalu lintas di kawasan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis pagi (14/5/2026). Sebanyak 50 biksu Sangha yang tengah menjalankan ritual Thudong menjadi pusat perhatian masyarakat saat mereka melintas dengan jubah khas. Perjalanan spiritual yang tengah melintas Sidoarjo ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan sebuah misi besar bertajuk “Walk for Peace” atau berjalan untuk perdamaian.

Perjalanan spiritual berjalan kaki ribuan kilometer itu dimulai 7-31 Mei 2026 dari Bali ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, sekaligus untuk menyambut Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.

Makna Spiritual di Balik Ritual Thudong

Thudong merupakan tradisi kuno dalam agama Buddha, khususnya tradisi hutan (Forest Tradition), di mana para biksu melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki. Ritual ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan diri, mengikis ego, dan memperkuat ketahanan mental serta spiritual. Selama perjalanan, para biksu hanya membawa perlengkapan minimalis dan mengandalkan kemurahan hati masyarakat untuk kebutuhan makan dan tempat beristirahat.

Pada tahun 2026 ini, rombongan tengah melintas di pusat Kota Sidoarjo dan memulai perjalanan dari kelenteng. Kehadiran 50 biksu ini menjadi simbol kuat bahwa spiritualitas dapat melampaui batas-batas geografis dan perbedaan keyakinan.

Sidoarjo: Potret Toleransi dan Moderasi Beragama

Saat melintasi wilayah Sidoarjo, pemandangan mengharukan terlihat di sepanjang jalan. Warga dari berbagai latar belakang agama tampak berdiri di pinggir jalan untuk memberikan dukungan. Ada yang membagikan air mineral, buah-buahan, hingga handuk kecil untuk menyeka keringat para biksu. Fenomena ini membuktikan bahwa pesan perdamaian yang dibawa oleh para biksu disambut hangat oleh masyarakat Indonesia.

Aksi ini menjadi bukti nyata dari moderasi beragama di Indonesia. Meskipun mayoritas penduduk di kawasan yang dilalui adalah Muslim, penghormatan terhadap ritual keagamaan lain tetap dijunjung tinggi. Hal ini sejalan dengan misi utama para biksu, yaitu menyebarkan energi positif dan persaudaraan universal.

Tantangan Fisik dan Mental Menuju Borobudur

Berjalan kaki dari Sidoarjo menuju Jawa Tengah bukanlah perkara mudah. Para biksu harus menghadapi cuaca tropis yang ekstrem, mulai dari panas terik hingga hujan lebat, serta polusi udara di jalur utama. Namun, dengan meditasi berjalan (walking meditation), mereka tetap menjaga ketenangan batin di tengah kebisingan jalan raya.

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi titik akhir dari perjalanan panjang ini. Di sana, mereka akan bergabung dengan ribuan umat Buddha lainnya untuk merayakan Hari Raya Waisak. Perjalanan ini diharapkan dapat menginspirasi dunia tentang pentingnya kesabaran dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa.

Checklist: Cara Menyambut Biksu Thudong dengan Bijak

  • Jaga Jarak Aman: Berikan ruang bagi para biksu untuk berjalan tanpa terhambat oleh kerumunan.
  • Pemberian yang Layak: Jika ingin berderma, berikan air mineral dalam kemasan atau buah-buahan yang praktis.
  • Jaga Ketenangan: Hindari penggunaan klakson yang berlebihan atau suara keras saat berada di dekat iring-iringan.
  • Dokumentasi Sopan: Jika ingin mengambil foto, lakukan dari jarak yang wajar dan tidak mengganggu langkah mereka.
  • Koordinasi dengan Petugas: Ikuti arahan dari pihak kepolisian atau relawan yang mengawal perjalanan.

Perjalanan 50 biksu Thudong ini akan terus berlanjut melintasi kota-kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Setiap langkah yang mereka ambil adalah pengingat bagi kita semua bahwa perdamaian dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan kasih sayang.

Catatan: Mayoritas adalah biksu asal Tailan, disusul Indonesia, Malaysia, dan Laos..



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *