
PERDANA Menteri India Narendra Modi meminta masyarakat mengurangi konsumsi bahan bakar, kembali menerapkan kerja dari rumah (WFH), menunda pembelian emas, serta membatasi perjalanan luar negeri di tengah lonjakan harga energi global akibat perang Iran.
Seruan itu disampaikan Modi dalam acara publik di Hyderabad, India selatan, pada Minggu (10/5) waktu setempat.
“Patriotisme bukan hanya soal kesediaan mengorbankan nyawa di perbatasan. Dalam situasi seperti ini, patriotisme berarti hidup secara bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban kita kepada negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Modi.
Ia menilai langkah penghematan tersebut diperlukan untuk menjaga cadangan devisa India yang tertekan akibat kenaikan tagihan impor energi.
“Dalam situasi saat ini, kita harus memberikan perhatian besar terhadap penghematan devisa,” katanya.
Analis menyebut imbauan Modi sebagai langkah paling drastis sejauh ini sejak krisis Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia.
Kebijakan penghematan itu juga mengingatkan publik pada pembatasan aktivitas saat pandemi Covid-19, ketika pemerintah India mendorong masyarakat bekerja dari rumah untuk mengurangi mobilitas.
Harga Minyak Dunia Naik Tajam
India menjadi salah satu negara paling terdampak akibat konflik Iran karena sangat bergantung pada impor energi. Sekitar 85-90% kebutuhan minyak India berasal dari impor.
Penutupan Selat Hormuz selama lebih dari dua setengah bulan membuat biaya impor minyak India melonjak miliaran dolar AS. Jalur sempit di Teluk tersebut merupakan rute penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Sekitar 50% impor minyak mentah India, 60% gas alam cair (LNG), dan hampir seluruh pasokan LPG melewati Selat Hormuz.
Harga minyak Brent pada Senin naik US$4,04 atau sekitar Rp66.660 (kurs Rp16.500 per dolar AS) menjadi US$105,33 per barel atau setara sekitar Rp1,74 juta per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$4,43 atau sekitar Rp73.095 menjadi US$99,85 per barel atau sekitar Rp1,65 juta per barel.
Lonjakan harga energi itu mengancam memperlebar defisit perdagangan dan transaksi berjalan India. Nilai tukar rupee juga terus melemah dan mendekati titik terendah terhadap dolar AS. (NDTV/BBC/B-3)
