Emirat Arab Diduga Terlibat Serangan Rahasia ke Iran
Jet tempur F16 angkatan udara Emirate Arab melakukan penerbangan di Bandara Internasional Al-Maktoum saat Dubai Airshow 2025 di Dubai pada 17 November 2025.(Giuseppe Cacace/AFP via Getty Images)

EMIRAT Arab diduga berada di balik sejumlah serangan terhadap aset Iran, termasuk serangan ke kilang minyak di Pulau Lavan pada awal April lalu. Laporan itu diungkap The Wall Street Journal berdasarkan sumber yang mengetahui operasi tersebut.

Menurut laporan tersebut, serangan dilakukan secara diam-diam sebagai respons atas serangan Iran terhadap infrastruktur sipil dan energi milik Emirat Arab.

Pemerintah Emirat Arab tidak memberikan konfirmasi resmi terkait keterlibatannya dalam serangan sebelum gencatan senjata terbaru dimulai.

Sebagai balasan, Iran disebut meluncurkan rentetan drone dan rudal ke wilayah Emirat Arab serta Kuwait, meski saat itu tidak ada pengakuan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran.

Amerika Serikat dilaporkan menyambut diam-diam langkah Emirat Arab tersebut. Pejabat AS mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump mengharapkan partisipasi lebih aktif negara-negara Teluk dalam konflik melawan Iran.

Keterlibatan aktif Emirat Arab dalam konflik Iran dinilai menjadi bagian dari upaya negara Teluk itu memperkuat posisinya sebagai kekuatan keamanan utama di kawasan Timur Tengah.

Emirat Arab selama beberapa tahun terakhir terus berinvestasi dalam penguatan angkatan udara dan sistem pertahanan radar canggih. Negara itu juga dilaporkan sempat mengoperasikan sistem pertahanan udara Iron Dome dengan dukungan operator militer Israel selama konflik terbaru.

Sejumlah pejabat Israel menyebut keputusan pengiriman baterai Iron Dome dilakukan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara langsung melalui telepon dengan Presiden Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Selain memperkuat pertahanan, Emirat Arab juga diketahui terlibat dalam berbagai konflik regional dalam beberapa dekade terakhir, termasuk di Libia, Sudan, dan Yaman.

Menurut laporan WSJ, Emirat Arab kini semakin siap menggunakan kekuatan militernya demi melindungi kepentingan ekonomi sekaligus memperluas pengaruh geopolitiknya di Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Negara itu kini lebih bersedia dari sebelumnya menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan kepentingan ekonominya,” demikian isi laporan tersebut. (The Jerusalem Post/B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *