Prodia dan FK Unhas Lewat Gelar Pelatihan Genome Navigator, Bekali  Peneliti tentang Analisis Varian Genetik
Prodia dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, berkolaborasi menggelar workshop “Genome Navigator: A Beginner’s Guide to Variant Research, Analysis, and Detection,” pada Kamis, (7/5).(Dok Prodia)

Prodia dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, berkolaborasi menggelar workshop “Genome Navigator: A Beginner’s Guide to Variant Research, Analysis, and Detection,” pada Kamis, (7/5).

Kegiatan bertujuan untuk memperdalam metodologi penelitian berbasis simulasi, analisis data, dan bioinformatika sebagai pilar penting dalam pengembangan ilmu kedokteran yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis dalam mengolah dan menginterpretasikan data genetik secara lebih komprehensif.

Prodia, dalam rilisnya menjelaskan, dalam workshop ini, peserta diajak untuk memahami bahwa pemilihan teknologi dalam penelitian tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Banyak kasus di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi canggih seperti whole genome sequencing belum tentu selalu dibutuhkan, sementara kebutuhan riset sebenarnya dapat dijawab dengan metode yang lebih sederhana dan tepat sasaran. 

Selain itu, peserta juga mendapatkan insight mengenai pentingnya kualitas proses pre-analitik, validasi data, hingga pemilihan platform teknologi yang sesuai agar hasil penelitian lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kegiatan ini menghadirkan para ahli di bidangnya, di antaranya Rusdina Bte Ladju, yang membahas pentingnya signifikansi klinis dalam penelitian, Miswar Fattah yang mengupas teknik variant mining dan navigasi database, serta Isra Wahid yang menekankan strategi dalam memilih teknologi penelitian yang tepat. Diskusi interaktif yang berlangsung memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus memahami tantangan nyata yang dihadapi dalam dunia riset saat ini.

Miswar Fattah menekankan pentingnya pendekatan yang kontekstual dalam riset genetik di Indonesia. “Kegiatan ini mengupas tuntas strategi riset genetik di Indonesia yang multietnis, mulai dari pemilihan variasi genetik, pemanfaatan database populasi untuk mengungkap hubungan genotype-phenotype, hingga penentuan teknologi deteksi yang paling akurat dan hemat biaya, guna membekali peneliti dengan kemampuan eksplorasi data yang lebih luas demi mendukung akselerasi implementasi precision medicine di Indonesia,” jelas Miswar. 

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi peneliti, khususnya dalam menghasilkan riset berbasis bukti yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga relevan dan aplikatif bagi pengembangan layanan kesehatan di masa depan.(X-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *