Musim Kemarau, BPBD Banyumas Siapkan Tandon Air dan Truk Tangki
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan Juni mendatang. Persiapan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas guna mengantisipasi potensi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan prediksi awal musim kemarau tersebut masih bersifat sementara karena mengacu pada informasi awal dari BMKG. Hingga kini, pihaknya masih menunggu rilis resmi terbaru terkait perkembangan cuaca dan penetapan awal musim kemarau di Banyumas.

“Untuk saat ini kami masih menunggu informasi resmi terbaru dari BMKG mengenai perkembangan cuaca dan penetapan musim kemarau di Banyumas,” ujarnya.

Meski diperkirakan musim kemarau di Banyumas berlangsung lebih singkat dibandingkan sejumlah daerah lain, BPBD tetap melakukan persiapan sejak dini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Banyumas telah menyiapkan 14 toren air berkapasitas 2.000 liter dan 64 toren berkapasitas 750 liter. Tandon air tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan tiga unit truk tangki air dan satu unit truk multifungsi untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat apabila kebutuhan meningkat.

Dia berharap musim kemarau tahun ini tidak menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat. Namun, berbagai persiapan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait.

Menurut dia, sejumlah unsur telah menyatakan kesiapan untuk membantu apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat akibat kekeringan selama musim kemarau 2026.

Saat ini, kata dia, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga.

BPBD Banyumas juga telah menjalin koordinasi dengan berbagai lembaga guna memperkuat penanganan apabila kebutuhan air bersih meningkat di sejumlah daerah terdampak. “Apabila kebutuhan masih belum mencukupi, kami sudah berkoordinasi dengan CSR perusahaan, PDAM, PMI, Baznas, MDMC, dan pihak lainnya yang siap memberikan bantuan,” tambahnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *