Baznas Gelar Pelatihan Mekanik, Dorong Mustahik Jadi Muzaki
Baznas memberikan pelatihan bengkel kepada mustahik.(Baznas)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan Baznas Kota Depok secara resmi membuka pelatihan mekanik Z-Auto Jabodetabek 2026. Kegiatan yang dipusatkan di SMK Nasional Depok, Jawa Barat ini, bertujuan untuk mencetak mekanik profesional dari kalangan mustahik guna membangun kemandirian ekonomi.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 penerima manfaat yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan bertransformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki).

Misi Memutus Rantai Kemiskinan

Ketua Baznas Kota Depok, Endang Ahmad Yani, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Ia menilai Z-Auto sebagai instrumen pemberdayaan yang efektif untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan keterampilan teknis.

“Program ini sejalan dengan filosofi zakat, yaitu bagaimana mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Kami berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat modal keterampilan sehingga mampu membuka lapangan kerja baru,” ujar Endang saat pembukaan acara.

Jangkauan Nasional dan Dukungan Modal

Secara terpisah, Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2021, Program Z-Auto telah menjangkau 27 provinsi dan 90 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Khusus di Jawa Barat, program ini telah tersebar di 79 titik strategis.

Untuk mendukung kesuksesan program di wilayah Jabodetabek, Baznas RI telah menggelontorkan total bantuan sebesar Rp600 juta. Setiap peserta mendapatkan alokasi bantuan senilai Mata Uang Rupiah 20 juta yang mencakup:

  • Branding bengkel
  • Peralatan bengkel modern
  • Modal usaha
  • Biaya pelatihan teknis

Dampak Sosial: Kepala Sekolah SMK Nasional Depok, Muhammad Risam, berharap para lulusan pelatihan ini tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberdayakan tetangga dan keluarga di sekitar lingkungan bengkel mereka nantinya.

Transformasi Layanan Bengkel Tradisional

Manfaat nyata program ini dirasakan oleh Asep Hepnadi, peserta asal Manggarai, Jakarta. Sebelum bergabung dengan Z-Auto, ia sering mengalami kendala dalam menganalisis kerusakan motor karena keterbatasan alat manual, yang sering memicu komplain pelanggan.

“Dulu sering salah analisa, misalnya indikasi awal sensor CKP ternyata masalahnya di fuel pump. Itu membuat biaya konsumen jadi dobel. Sejak dibantu peralatan modern dari Baznas, kesalahan bisa diminimalisir dan pelayanan kami menjadi jauh lebih profesional,” ungkap Asep.

Dengan adanya pelatihan berkelanjutan ini, Baznas berkomitmen untuk terus mendampingi para mekanik agar tetap kompetitif di tengah perkembangan teknologi otomotif, sekaligus menjaga kepercayaan konsumen melalui layanan yang akurat dan berkualitas.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *