Bulog Bengkulu Serap Jagung dan Gabah Petani Hingga 12,1  Ton Triwulan Satu
Ilustrasi(MI/Marliansyah)

BULOG Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah menyerap  jagung dan gabah petani di mencapai 12.1 ton pada triwulan satu pada 2026.

Penyerapan jagung dan gabah petani di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, mencapai 12.1 ton selama periode Januari hingga April 2026.

Kepala Gudang Bulog Kabupaten Bengkulu Utara, Vantho Yudistira di Bengkulu, mengatakan,  selama periode Januari hingga April 2026 serapan jagung baru mencapai 4,4 ton dan gabah tercatat sebesar 7,7 ton sehingga total serapannya mencapai 12,1 ton.

“Serapan gabah dan jagung masih terus di lakukan dan secara teknis mekanisme penyerapan masih sama seperti pada 2025 lalu,” katanya 

Untuk komoditas jagung , harga ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram dengan syarat kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin tidak melebihi 50 parts per billion.

Sementara untuk gabah, Bulog menetapkan harga pembelian Rp6.500 per kilogram dengan syarat tidak boleh basah dan harus bersih dari kotoran.

Harga serapannya masih sama pada tahun lalu dengan  syarat dan ketentuan yang berlaku,.

“Penerapan standar kualitas ini disebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi serapan terutama terkait kadar air dan kualitas hasil panen petani,” imbuhnya 

Selain itu, kata dia, dinamika produksi dan distribusi hasil panen juga turut mempengaruhi laju masuknya komoditas ke gudang Bulog. 

Bulog menegaskan, akan terus mengoptimalkan penyerapan, seiring masuknya musim panen berikutnya.

Pada 2025 lalu, Bulog mampu menyerap hasil giling gabah sebanyak 78 ribu 600 kilogram dan jagung pakan sebesar 8 ribu 259 kilogram. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *