Jannik Sinner Juara Madrid Terbuka, Cetak Rekor 5 Gelar Masters 1000 Beruntun
Jannik Sinner(ATP)

Petenis asal Italia, Jannik Sinner, berhasil menasbihkan diri sebagai juara Madrid Terbuka untuk pertama kalinya setelah menumbangkan Alexander Zverev di partai final, Minggu (4/5). Sinner tampil sangat dominan dan menyudahi perlawanan petenis Jerman tersebut dua set langsung dengan skor telak 6-1 dan 6-2.

Kemenangan di ibu kota Spanyol ini menjadi pencapaian monumental bagi Sinner. Gelar tersebut merupakan titel Masters 1000 kelima secara beruntun yang diraihnya, sekaligus memperpanjang rekor kemenangan impresifnya menjadi 23 pertandingan tanpa terkalahkan.

Catatan luar biasa ini menempatkan Sinner sejajar, bahkan melampaui rekor beruntun para legenda seperti Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic yang sebelumnya mampu meraih empat gelar Masters 1000 secara berturut-turut.

Tetap Rendah Hati di Tengah Rekor

Meski telah mengukir sejarah baru di dunia tenis, Sinner tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia enggan disejajarkan dengan deretan petenis “Big Three”.

“Saya tidak akan pernah bisa membandingkan diri saya dengan Rafa, Novak, dan Roger. Apa yang mereka capai luar biasa selama 10 atau 15 tahun,” ujar Sinner sebagaimana dikutip dari AFP.

“Saya hanya mencoba membuat jejak saya sendiri, tetapi saya melakukannya untuk diri saya sendiri. Saya tidak bermain untuk rekor, saya hanya menempatkan diri saya pada posisi untuk sukses,” tambahnya.

Dominasi Sejak Awal Laga

Dalam pertandingan final tersebut, Sinner langsung mengambil kendali permainan. Ia mematahkan servis pertama Zverev dan melesat unggul 3-0. Dominasi berlanjut saat ia kembali mencuri servis lawan untuk memimpin 5-0, sebelum akhirnya menutup set pertama dengan sebuah ace.

Memasuki set kedua, Sinner tidak mengendurkan tekanan. Ia kembali melakukan break pada gim ketiga. Meski Zverev sempat memberikan perlawanan yang lebih baik dibandingkan set pertama, petenis Jerman itu tetap gagal membendung laju Sinner. Kemenangan dipastikan setelah Sinner kembali melakukan break untuk unggul 5-2 dan menutup laga dengan servis sempurna.

Analisis Pertandingan:

Sinner mengakui bahwa performanya sangat solid, sementara Zverev tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya akibat jadwal turnamen yang padat.

“Hari ini saya bermain tenis yang sangat solid. Sascha (Zverev) tidak bermain terlalu baik hari ini, tetapi jika saya tidak mendapatkan break sejak awal, dia bisa mendapatkan kepercayaan diri, terutama di lapangan ini,” ungkap Sinner.

Menuju Roland Garros

Keberhasilan ini memperkuat posisi Jannik Sinner sebagai favorit utama menjelang turnamen Grand Slam Roland Garros. Apalagi, pesaing beratnya, Carlos Alcaraz, saat ini tengah dibekap cedera pergelangan tangan.

Kondisi ini membuat Sinner diprediksi akan melaju nyaris tanpa pesaing sepadan dalam beberapa pekan ke depan, sekaligus memperbesar peluangnya untuk menambah koleksi gelar mayor di musim 2026. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *