
PROSES persetujuan kredit yang lambat serta analisis risiko berbasis manual masih menjadi tantangan di industri multifinance. Di tengah persaingan pembiayaan kendaraan yang kian ketat dan kebutuhan menjaga kualitas portofolio, perusahaan dituntut mempercepat pengambilan keputusan tanpa mengorbankan akurasi penilaian risiko.
Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) mulai menjadi salah satu solusi. Teknologi analitik berbasis data dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses underwriting sekaligus memperkuat manajemen risiko melalui evaluasi yang lebih presisi dan real-time. Dalam konteks tersebut, PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) mengintegrasikan teknologi AI melalui kolaborasi dengan Simplifa.ai. Implementasi perdana telah berjalan sejak awal tahun ini.
Integrasi sistem ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi analisis data, memperkuat akurasi penilaian risiko, serta mempercepat proses persetujuan kredit. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses evaluasi pembiayaan dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan konsisten di seluruh siklus kredit.
Bagi perusahaan pembiayaan, kecepatan approval memiliki implikasi langsung terhadap daya saing. Dalam bisnis pembiayaan otomotif, proses yang lebih cepat dapat meningkatkan konversi transaksi di jaringan dealer sekaligus meminimalkan potensi calon debitur beralih ke kompetitor.
Di sisi lain, sistem analitik berbasis AI membantu perusahaan mengidentifikasi profil risiko secara lebih akurat sejak tahap awal. Pendekatan ini berpotensi menekan risiko kredit bermasalah melalui penilaian yang lebih adaptif terhadap kondisi keuangan calon debitur.
Dari sisi nasabah, transformasi ini menghadirkan pengalaman pembiayaan yang lebih cepat dan personal. Proses evaluasi kredit menjadi lebih adaptif, memungkinkan layanan disesuaikan dengan profil dan kebutuhan pengguna serta membuka akses pembiayaan ke berbagai segmen pasar.
CEO Simplifa.ai, Gema Buana Putra, mengatakan teknologi yang dikembangkan perusahaannya dirancang untuk menciptakan peningkatan signifikan dalam ketepatan, kecepatan, dan pengelolaan risiko pembiayaan.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Teknologi Simplifa.ai memang didesain untuk menciptakan peningkatan proses yang signifikan dalam ketepatan, kecepatan, dan pengelolaan risiko pembiayaan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih akurat dan adaptif,” ujarnya.
Fase implementasi awal juga disertai program pelatihan komprehensif bagi staf credit analyst IMFI, termasuk workshop teknis dan pembahasan strategis mengenai pemanfaatan AI dalam mempercepat proses analisis pembiayaan modern.
Secara industri, adopsi AI di sektor multifinance menjadi bagian dari tren digitalisasi yang lebih luas di jasa keuangan. Perusahaan pembiayaan menghadapi tekanan ganda, yakni mendorong pertumbuhan penyaluran kredit sekaligus menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi dan perubahan profil risiko konsumen.
Penggunaan teknologi analitik memungkinkan pengolahan data rekening koran dan laporan keuangan secara otomatis, sehingga proses verifikasi menjadi lebih cepat dan minim kesalahan manual. Dalam jangka panjang, sistem ini dapat mendukung pembangunan model underwriting berbasis data historis yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi pasar.
Kolaborasi antara Simplifa.ai dan IMFI mencerminkan pergeseran model bisnis pembiayaan menuju sistem berbasis data dan teknologi. Ke depan, kemampuan mengintegrasikan AI dalam proses analisis kredit diperkirakan menjadi salah satu faktor pembeda utama di industri multifinance, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio. (E-1)
