
PELATIH Barcelona, Hansi Flick, menegaskan anak asuhnya telah berbuat maksimal dan layak untuk melaju ke semifinal Liga Champions, meskipun akhirnya harus disingkirkan Atletico Madrid. Kekalahan tipis di leg kedua membuat Blaugrana kalah agregat 2-3 dari rival domestik mereka tersebut.
Gol tunggal Ademola Lookman di babak pertama menjadi pembeda yang mengubah arah pertandingan di Stadion Riyadh Air Metropolitano. Meski mendominasi, Barcelona gagal membalikkan keadaan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dalam konferensi pers usai laga, Flick mengungkapkan apa yang ia sampaikan kepada para pemainnya di ruang ganti yang diselimuti kekecewaan mendalam.
“Seperti yang selalu kami lakukan. Kami memutuskan situasi mana yang akan kami tunjukkan kepada mereka dan apa yang harus kami perbaiki. Kami memainkan babak pertama yang fantastis. Gol bagi mereka tidak terduga, tapi begitulah sepak bola. Jika melihat kedua pertandingan tersebut, kami layak bertahan di semifinal. Kami harus mencetak lebih banyak gol, tapi itulah hidup,” ujar Flick.
Alihkan Fokus ke Gelar La Liga
Meski terpukul, Flick enggan larut dalam kesedihan. Ia menegaskan prioritas utama Barcelona kini adalah mengamankan gelar juara La Liga, di mana saat ini mereka masih unggul sembilan poin di puncak klasemen.
“Kami harus memenangkan La Liga. Kami harus menunjukkan mentalitas dan sikap yang tepat. Tentu saja kami kecewa, para penggemar, pemain, pelatih, bagi semua orang, memenangkan Liga Champions adalah mimpi besar. Kami sedang menuju ke sana. Kami memiliki tim muda, dan kami akan berkembang musim depan,” tambahnya.
Mengenai peluang mengunci gelar juara dalam laga El Clasico bulan depan, pelatih asal Jerman itu mengaku tidak terlalu peduli dengan momentum tersebut. Baginya, yang terpenting adalah trofi jatuh ke tangan mereka secepat mungkin. “Bagi saya, saya tidak peduli kapan kami akan memenangkannya, saya hanya ingin memenangkannya. Saya tidak peduli di pertandingan mana,” tegasnya.
Puji Dukungan Penggemar dan Hindari Kontroversi
Flick tetap memberikan apresiasi terhadap daya juang skuat mudanya. Ia meyakini para penggemar tetap bangga meskipun kutukan tujuh tahun tanpa semifinal Liga Champions bagi Barcelona masih berlanjut.
“Kami menganalisis segalanya, ketika hal seperti itu terjadi, mereka mengambil langkah berikutnya. Seperti yang saya katakan, kami memiliki tim muda. Kami juga harus berbicara tentang apa yang mereka lakukan, para penggemar bangga dengan tim ini. Kami melatih para pemain untuk itu. Saya tahu ini mengecewakan. Itulah sepak bola, memang seperti itu.”
Terkait keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Eric Garcia, Flick memilih untuk tutup mulut dan menghindari kontroversi. “Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Saya harus menerimanya,” singkatnya.
Barcelona akan segera kembali beraksi di La Liga pekan depan dengan menjamu Celta Vigo di Camp Nou untuk memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen. (Football-Espana/Z-2)
