
MANAJER anyar Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan bahwa misi penyelamatan tim dari jurang degradasi tidak melulu soal taktik. Menjelang laga-laga krusial di sisa musim, De Zerbi menekankan bahwa menjaga mentalitas pemain agar tetap positif adalah kunci utama dibandingkan sekadar merombak gaya bermain.
Pernyataan ini muncul setelah The Lilywhites menelan kekalahan pahit dari Sunderland, yang memperpanjang rekor buruk mereka menjadi 14 pertandingan tanpa kemenangan di Liga Primer Inggris.
Saat ini, Tottenham terjerembap di posisi ke-18 klasemen sementara, sebuah situasi yang mengancam mereka terlempar dari kasta tertinggi untuk pertama kalinya sejak 1977.
“Pekerjaan saya saat ini bukan untuk mengubah gaya bermain. Saya memang melakukan dua atau tiga perubahan saat menguasai bola dan tanpa bola, tetapi hal terpenting bukan itu. Yang krusial adalah mentalitas kami untuk tetap positif,” ujar De Zerbi sebagaimana dikutip dari CNA, Senin (13/4/2026).
Krisis Poin dan Ancaman Degradasi
Kondisi Spurs saat ini memang sangat mengkhawatirkan. Dari delapan pertandingan terakhir, Spurs hanya mampu mengais satu poin dari maksimal 24 poin yang tersedia. Dengan koleksi 30 poin dari 32 laga, mereka kini tertinggal dua angka dari West Ham United yang berada di zona aman (posisi ke-17).
| Posisi Klasemen | 18 (Zona Degradasi) |
| Poin Saat Ini | 30 Poin (32 Laga) |
| Tren Terakhir | 14 Laga Tanpa Kemenangan |
| Selisih dari Zona Aman | 2 Poin (vs West Ham) |
De Zerbi menyadari bahwa waktu untuk melakukan revolusi taktik sangat terbatas. Fokusnya kini adalah menjadi figur pendukung bagi para pemain yang tengah berada di bawah tekanan hebat.
“Kami harus menemukan energi dan semangat yang tepat. Mereka manusia dan mungkin sedang terlalu tertekan. Kami harus tetap bersatu, memperbaiki detail permainan, dan menjadi lebih baik dari sisi mentalitas,” tambahnya.
Cedera Cristian Romero Tambah Beban
Ujian bagi De Zerbi semakin berat menyusul kabar cedera kapten tim, Cristian Romero. Bek asal Argentina itu mengalami benturan keras dengan kiper Antonin Kinsky dalam proses terjadinya gol Sunderland yang dicetak Nordi Mukiele.
Kehilangan Romero akan menjadi pukulan telak bagi lini pertahanan Spurs yang sudah rapuh. De Zerbi berharap cedera sang kapten tidak serius mengingat peran vitalnya di ruang ganti.
“Saya berharap ini bukan masalah besar karena dia pemain yang sangat penting. Dia sosok yang baik, pemain top, punya kepribadian kuat, dan kami membutuhkannya hingga akhir musim,” tegas pelatih asal Italia tersebut.
Ujian mental berikutnya bagi Spurs akan tersaji di akhir pekan mendatang. Ironisnya, De Zerbi harus memimpin anak asuhnya menghadapi mantan klubnya, Brighton & Hove Albion, dalam laga yang wajib dimenangkan demi menjaga asa bertahan di Liga Primer Inggris. (Ant/Z-1)
