
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika atmosfer ekstrem yang melanda wilayah Indonesia. Berdasarkan data tervalidasi per 12 April 2026, aktivitas kuat Siklon Tropis Sinaku di utara Papua dan Eks-Siklon Tropis Maila di Laut Karang memicu pertumbuhan awan hujan masif di berbagai wilayah Nusantara untuk Senin, 13 April 2026.
Siklon Tropis Sinaku terpantau di Samudra Pasifik Timur Laut Papua dengan kecepatan angin maksimum mencapai 125 knot dan tekanan udara minimum 945 hPa.
Kondisi ini menciptakan zona konvergensi luas yang meningkatkan potensi hujan sangat lebat di wilayah Timur dan Barat Indonesia.
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Kota Spesifik |
|---|---|---|
| Pulau Jawa | Hujan Ringan hingga Petir | Jakarta (Gambir), Semarang, Yogyakarta (Ringan); Bandung (Petir); Surabaya (Udara Kabur) |
| Pulau Sumatra | Hujan Ringan hingga Petir | Medan, Padang, Jambi (Ringan); Bandar Lampung (Petir); Banda Aceh (Berawan Tebal) |
| Kalimantan | Hujan Ringan – Sedang | Pontianak, Banjarmasin (Ringan); Tanjung Selor (Sedang) |
| Sulawesi | Hujan Ringan – Sedang | Makassar, Manado (Ringan); Mamuju (Sedang) |
| Indonesia Timur | Hujan & Berawan Tebal | Sorong, Jayawijaya (Ringan); Ternate (Sedang); Nabire (Asap/Kabut) |
Dampak Eks-Siklon Tropis Maila
Selain Siklon Sinaku, BMKG juga memantau pergerakan Eks-Siklon Tropis Maila di Laut Karang yang bergerak ke arah barat daya. Sistem ini memicu konvergensi di Laut Arafuru hingga Papua Selatan. Masyarakat di pesisir barat Sumatra hingga Banten juga diminta waspada terhadap sirkulasi siklonik di Barat Daya Lampung yang menciptakan jalur perlambatan angin.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang diprediksi mengalami hujan petir dan hujan sedang-lebat. Pastikan memantau informasi resmi melalui kanal BMKG. (BMKG/Z-10)
