
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan dan energi. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Idul Fitri FunFest 2026 yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di BNI Pejompongan, Jakarta, Sabtu (11/4).
Dalam sambutannya, Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium Himpuni dan Majelis Wali Amanat ITS, mengapresiasi kinerja kolektif yang berhasil meningkatkan ekspor komoditas pertanian serta menekan angka impor. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan telah diakui secara internasional melalui penghargaan dari FAO dalam dua tahun terakhir.
“Indonesia berkontribusi pada dunia dalam penurunan harga pangan karena produksi beras meningkat sehingga kita kurangi impor. Ini semua hasil kerja ‘kita’, bukan ‘aku’,” tegas Amran.
Dorong Inovasi Energi dari Kampus
Selain pangan, Mentan Amran menyoroti potensi besar swasembada energi berbasis tanaman, seperti biofuel B-50 dan bioetanol. Ia secara khusus mengapresiasi inovasi dari civitas akademika ITS yang berhasil mengembangkan teknologi bensin berbasis nabati.
“Kemarin ada inovasi ITS yang berhasil membuat bensin. Saya akan ke kampus untuk mencoba produksi massal agar masalah energi dapat terpecahkan dan swasembada energi segera tercapai,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PP IKA ITS, Wiluyo Kusdwiharto, menyatakan kesiapan alumni untuk mendukung visi pemerintah. “Pak Mentan terus mendorong kolaborasi untuk menjawab tantangan negeri agar ketahanan pangan dan energi yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo dapat terwujud,” ujar Wiluyo.
Kabar Gembira Penurunan Biaya Haji
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Dalam tauziahnya, Gus Irfan membawa kabar baik mengenai efisiensi biaya haji tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa kementeriannya berhasil menurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp2 juta sesuai arahan Presiden.
Selain penurunan biaya, Gus Irfan menjelaskan adanya perubahan sistem pembagian kuota haji. “Kami berupaya mengubah pola pembagian kuota dari berdasarkan jumlah penduduk menjadi berdasarkan daftar tunggu. Ini bukan hanya soal pemerataan, tapi soal keadilan,” jelasnya.
Poin Utama Idul Fitri FunFest IKA ITS 2026
| Sektor | Pencapaian / Rencana Aksi |
|---|---|
| Pertanian | Peningkatan ekspor, penurunan impor beras, penghargaan FAO. |
| Energi | Pengembangan Biofuel B-50 dan rencana produksi massal bensin inovasi ITS. |
| Haji & Umroh | Penurunan BPIH sebesar Rp2 juta (Mata Uang Rupiah) dan sistem kuota berbasis daftar tunggu. |
| Sosial | Lelang lukisan ABK senilai Rp100 juta (Mata Uang Rupiah) untuk amal. |
Aksi Sosial dan Kepedulian
Idul Fitri FunFest 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga aksi kemanusiaan. Dalam sesi lelang, Mentan Amran Sulaiman membeli dua lukisan karya anak berkebutuhan khusus (ABK) senilai Rp100 juta (Mata Uang Rupiah). Lukisan tersebut turut ditandatangani oleh Mentan dan Menteri Haji sebagai bentuk dukungan moril.
Acara yang didukung oleh BNI, Pelindo, Pertamina, dan PLN ini juga dimeriahkan dengan kegiatan donor darah, bazar UMKM, serta pemberian santunan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. (Z-1)
