Fuso: Dalam Kondisi Apapun, Support Industri Cold Chain
Seminar industri cold chain di area Giicomvec 2026, Kamis (9/4).(MI/Denny Parsaulian Sinaga)

Sales dan Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Aji Jaya mengatakan, Kondisi Indonesia yang luas menjadi tantangan berat bagi industri Cold Chain di Indonesia. Sehingga untuk kondisi apapun, pihaknya siap mendukung konsumen yang berbisnis di bidang cold chain.

”Harus nyeberang laut, harus nyeberang sungai, kemudian dari sisi pengguna, harus jaga kualitas. Nah sekarang fungsi dari Fuso ini apa? Jadi kami sebagai salah satu produsen kendaraan komersil pasti bertanggung jawab support konsumen-konsumen kita yang berbisnis bidang cold chain. Salah satunya pastinya bahwa kami menyediakan kendaraan yang variannya lebar,” jelas Aji Jaya.

Untuk itu, Fuso menyediakan kendaraan mulai dari truk 4 ban sampai yang 10 ban. ”Bahkan kami juga sangat paham bahwa bisnis sektor logistik ini hari ke hari terus berkembang, terus menjadi salah satu pendukung aktivitas bisnis di Indonesia. Sehingga, kami harus menyediakan mobil yang variannya lengkap,” ujar Aji.

Serbelumnya, menurut Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda, Kemenhub M Risal  Wasal, fungsi jalan harus menjadi concern industri cold chain juga. ”Artinya konsumen bisa memilih kendaraan mana yang sesuai. Kedua, pasti kualitasnya harus bagus. Dan yang paling penting adalah masalah pelayanan after sales. Mobil beroperasi tidak boleh terlambat, tidak boleh telat.  Untuk kita zero downtime,” kata Aji. 

225 DEALER

Selain varian mobil yang lengkap, kata Aji, pihaknya juga punya fasilitas dealer di seluruh Indonesia, yaitu sekitar 225. Seluruh dealer ini, ujar Aji, siap memberikan pelayanan after sales kepada kendaraan konsumen dan memastikan operasional konsumen bisa berhasil. 

Setiap dealer di 225 titik ini terdapat mekanik-mekanik yang sudah terlatih dan sudah terstandarisasi dari Fuso. ”Kemudian perlengkapan perbaikan atau peralatan di beka juga sudah harus standar dari Fuso. Artinya kami pasti kita siap. Dan kita sedang ada proyek, khusus memberikan pelayanan one-stop service untuk kendaraan cold change,” jelas Aji. ”Kita sediakan juga mekanik dari pendinginnya. Jadi, kalau ada mobil customer cold change masuk bengkel, di situ sudah bisa terindikasi pelayanannya,” tambah Aji.

Aji menjelaskan unit yang disiapkan Fuso telah dilengkapi sistem digital atau planer. ”Di situ kita ada fitur untuk memonitor suhu udara di dalam cold chain. Pastinya bagaimana kebutuhan di kendaraan itu disesuaikan dengan operasional,” tambah Aji.

DUKUNGAN PEMERINTAH

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjamin keberlangsungan industri cold chain di Tanah Air. Sistem angkutan multimoda yang melibatkan banyak moda telah diatur untuk mendukung pengiriman produk cold ke seluruh daerah di Indonesia.

Angkutan multimoda adalah angkutan barang menggunakan paling sedikit dua moda angkutan berbeda atas dasar satu kontrak angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang. 

    

”Cold chain atau rantai pendingin. Tidak lupa terkait dengan supply chain. Supply cold chain, bagaimana supply chain dihadapkan pada makanan yang dibutuhkan berpendingin. Dulu kita takut bawa pempek dan segala-galanya. Sekarang, tidak,” kata Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub M Risal Wasal pada seminar yang sama.

Untuk mendukung industri cold chain, Kemenhub telah menyiapkan 776 terminal, 256 bandara, 986 stasiun, dan 1.007 pelabuhan. (H-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *