
SERANGAN rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, mengakibatkan sedikitnya 10 personel militer Amerika Serikat (AS) terluka. Dua pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut mengonfirmasi bahwa insiden ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah pesawat pengisi bahan bakar (refueling aircraft) milik AS.
“Dua tentara terluka parah,” kata salah satu pejabat. Kedua pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena membahas masalah militer yang sensitif.
Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konfrontasi langsung yang melibatkan kekuatan militer Iran di wilayah kedaulatan Saudi. Serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal dan drone Iran, yang tidak hanya menyasar personel tetapi juga merusak aset strategis udara di pangkalan tersebut, ujar salah satu pejabat AS kepada media.
Kerusakan pada beberapa pesawat pengisi bahan bakar menjadi pukulan signifikan bagi operasional udara AS di kawasan, mengingat peran krusial pesawat tersebut dalam mendukung misi jet tempur jarak jauh. Hingga saat ini, pihak Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah balasan, namun pengamanan di seluruh instalasi militer AS di Timur Tengah dilaporkan telah ditingkatkan ke level tertinggi. (The Times of Israel/B-3)
