
DALAM upaya untuk mengurangi angka stunting atau tengkes, Pemerintah Kabupaten Bandung menggulirkan dana Rp200 miliar tahun ini. Program ini juga didukung dengan alokasi dana desa yang di setiap desa dikucurkan sebesar Rp200 juta.
“Kita fokus melakukan percepatan penanganan stunting. Angka prevalensi stunting Kabupaten Bandung 2023 masih tinggi mencapai 29,2% hasil Survei Nasional,” ujar Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Dia mengaku sangat mendukung kerja penuntasan kasus stunting. Karena itu, tahun ini dikucurkan dana Rp200 miliar, yang tersimpan di sejumlah dinas terkait.
Baca juga : Pemkot Bandung Targetkan Angka Tengkes 14% Tahun ini
Pemkab, lanjutnya, masih membuka kemungkinan untuk menambah anggaran penuntasan kasus stunting, jika dana yang ada masih kurang.
“Silakan diajukan. Kita akan segera bahas dalam APBD Perubahan 2024,” katanya.
Semenara itu, dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Muhammad Hairun menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim percepatan di 31 kecamatan. Sinergi juga dilakukan dengan semua preangkat, camat, dan kepala desa.
“Angka prevalensi stunting Kabupaten Bandung tahun 2023 masih tinggi. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting pada tahun ini,” tambahnya. (SG)
