Dua Pekan Pascagempa NTT, 188.161 Warga Masih Mengungsi
Updata data terbaru pengungsi gempa NTT.(Dok. MI/Palce Amalo)

DUA pekan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 188.161 warga masih mengungsi di sejumlah wilayah terdampak.

Jumlah pengungsi akibat gempa NTT tersebut turun 4.142 orang dibandingkan data sebelumnya. Namun, jumlah pengungsi masih terkonsentrasi di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai, dengan masing-masing lebih dari 50 ribu jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penurunan jumlah pengungsi juga terjadi di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada. Sementara di Kabupaten Sikka, jumlah pengungsi sebelumnya mengalami penurunan cukup signifikan.

“Seperti yang kami sampaikan di awal tadi, bahwa jumlah pengungsi hari ini kami mendapat informasi sebesar 188.161 jiwa, dan ini turun 4.142 orang,” kata Berton Panjaitan, Minggu (30/8).

BNPB, kata Berton, akan terus memfasilitasi masyarakat yang memutuskan pulang ke rumah masing-masing secara sukarela. “Tentu kami akan tetap memfasilitasi setiap masyarakat atau pengungsi yang pulang ke rumah masing-masing dengan secara sukarela. Tentu kami akan memberikan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan,” ujarnya.

Selain pengungsi, dampak gempa juga masih terlihat dari kerusakan permukiman. Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 95.567 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Berton mengatakan data kerusakan tersebut masih akan diverifikasi untuk memastikan kategori kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat gempa tercatat masih sebanyak 111 orang. Dalam beberapa hari terakhir, BNPB tidak lagi menerima laporan adanya tambahan korban meninggal. “Per hari ini, dan dari beberapa hari yang lalu, kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang,” kata Berton.

Adapun jumlah warga yang mengalami luka-luka mencapai 1.631 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang mengalami luka ringan.

Hingga Minggu (30/8), aktivitas gempa susulan juga masih terjadi. Berdasarkan data BMKG yang diterima BNPB, telah terjadi 9.765 kali gempa susulan sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026.

Gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 1. Sebanyak 155 gempa susulan di antaranya dirasakan masyarakat.

Menurutnya, gempa susulan masih berpotensi terjadi hingga tiga sampai empat minggu setelah gempa utama. “Gempa-gempa seperti ini, kami tetap sampaikan, bisa dialami hingga 3-4 minggu setelah gempa pertama terjadi,” katanya. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *