
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mengimbau masyarakat Bengkulu untuk meningkatkan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi. Imbauan ini menyusul peristiwa gempa tektonik bermagnitudo 4,8 yang mengguncang wilayah Bengkulu Utara pada Minggu (30/8) siang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Stasiun Geofisika Kepahiang, Hilmi Zakariya, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada pukul 14.37 WIB. Pusat gempa terdeteksi di koordinat 3,51 Lintang Selatan dan 101,46 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 82 kilometer arah barat Kabupaten Bengkulu Utara dengan kedalaman 23 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai,” ujar Hilmi di Kota Bengkulu, Minggu.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), getaran gempa dirasakan di Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma dengan skala intensitas II – III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang berlalu.
Hingga laporan ini disusun, BMKG menyatakan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. Selain itu, hasil monitoring BMKG hingga sore hari belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Kendati situasi cenderung kondusif, Hilmi menekankan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi mandiri bagi warga. Masyarakat diminta untuk memastikan struktur bangunan rumah tahan gempa dan mengetahui jalur evakuasi terdekat di lingkungan masing-masing.
Terakhir, BMKG mengingatkan warga agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait aktivitas seismik hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti situs web resmi dan akun media sosial Instagram @infoBMKG. (Ant/Z-10)
