
PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari sejumlah daerah memilih mendirikan Posko untuk menghindari intervensi dalam pelaksanaan muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang. Skenario karantina dinilai berpotensi menodai semangat Muktamar yang sehat. Mereka berharap proses pergantian pucuk pimpinan di PBNU bisa berjalan fair dan bebas intervensi politik uang.
Sejumlah PCNU yang mendirikan Posko sekaligus Base camp di sekitar lokasi muktamar Tambakberas. Antara lain PCNU Bojonegoro yang mendirikan Posko di Gang lll, PCNU Pamekasan di sepanjang jalan yang sama. Termasuk, Posko Pemenangan KH Ghofar Rozin (Gus Rozin).
Sementara PCNU Kubu Raya membuat posko di sekitar pesantren Al-Aminah, PCNU Mojokerto mendirikan base camp di sekitar Gedung MTs Negeri, serta PCNU Cilacap di Jalan Laksda Sucipto.
” Ini upaya kami untuk menolak karantina dan intervensi politik dalam muktamar, ” kata Katib Syuriyah PCNU Cilacap, Abdal Malik, Sabtu (29/8).
Menurut dia, Muktamar juga merupakan ajang suksesi kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Proses pergantian estafet ini penting agar organisasi terus bergerak dinamis dan mampu menjawab tantangan zaman. “Karena itu, setiap langkah yang diambil hendaknya dilandasi niat lurus demi kemaslahatan jamiyyah, ” tambahnya.
PCNU Cilacap mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama yang jujur, bersih, terbuka, demokratis, dan beradab. Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi agar hasil Muktamar benar-benar mencerminkan kehendak warga dan menjaga marwah organisasi.
“Terkait persiapan teknis, Cilacap memilih untuk tidak bersedia mengikuti karantina. Kami telah mendirikan posko sendiri agar koordinasi internal lebih terarah dan nyaman, ” tandanya, disela sidang muktamar.
Ia menjelaskan keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik. Skenario karantina berpotensi menodai semangat Muktamar yang sehat. Hal itu dapat membuat proses berlangsung tidak fair dan mengurangi rasa kepercayaan di antara peserta.
Yang tidak kalah penting, Muktamar harus dijalani dengan hati yang riang gembira. Suasana gembira akan menjaga ukhuwah tetap utuh, perbedaan pendapat tidak merusak persaudaraan, dan setiap keputusan lahir dari semangat kebersamaan.
Muktamar Nahdlatul Ulama senantiasa menjadi momentum istimewa bagi warga nahdliyin. Di dalamnya terdapat ruang silaturahim yang mempererat tali persaudaraan, pembahasan program kerja, bahtsul masail, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan. Semuanya berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kebijaksanaan.
Sejumlah pengurus NU daerah berharap Muktamar ke-35 di Tambakberas berjalan lancar, penuh berkah, dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia.(H-4)
