Kemenkes Pastikan Stok Obat Korban Gempa NTT Aman hingga 5 Hari ke Depan
BPBD melakukan evakuasi korban gempa NTT.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat-obatan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman dan terjamin. Stok logistik medis tersebut dipastikan mencukupi untuk kebutuhan hingga lima hari ke depan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes, Sumarjaya, menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan pengiriman bantuan secara berkelanjutan. Pihaknya juga siap melakukan mobilisasi tambahan dari pusat jika terjadi kekurangan di daerah terdampak.

“Dapat kami laporkan pada saat ini, untuk lima hari ke depan semua obat masih terjamin. Kami siap memobilisasi dari pusat kebutuhan-kebutuhan obat di daerah terdampak,” ujar Sumarjaya dalam konferensi pers daring bersama BNPB di Jakarta, Rabu (19/8).

Klaster Kesehatan dan Penanganan Wilayah Terisolasi

Sebagai langkah pengorganisasian, Kemenkes telah mendirikan klaster kesehatan yang berpusat di dinas kesehatan pada delapan kabupaten/kota serta Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Tim di lapangan terus melakukan pendataan jumlah korban, kategori luka, hingga pemetaan titik pengungsian guna memberikan pelayanan yang optimal.

Kemenkes juga berkolaborasi dengan Basarnas untuk menjangkau fasilitas kesehatan yang terdampak parah dan sulit diakses secara geografis. Beberapa titik yang menjadi perhatian khusus adalah Puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, dan Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.

“Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit, oleh karena itu, kami mengirimkan tenaga medis darurat atau emergency medical team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang perlu dirujuk ke rumah sakit,” tambah Sumarjaya.

Update Korban dan Distribusi Logistik

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT kembali bertambah satu orang dari Kabupaten Nagekeo. Dengan demikian, total korban jiwa sejak periode 15 hingga 19 Agustus 2026 mencapai 71 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau para penyintas untuk tetap tenang karena pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar warga di pengungsian.

Pemerintah memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan secara merata, baik melalui jalur darat sebagai moda utama maupun jalur udara untuk mempercepat jangkauan ke wilayah-wilayah terpencil. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *