
MOMENTUM HUT ke-81 RI dapat terkait dalam konteks kemerdekaan kesehatan. Jika kemerdekaan adalah kemampuan bangsa menentukan masa depan sendiri, kedaulatan kesehatan adalah kemampuan Indonesia menjaga kesehatan rakyatnya secara mandiri.
“Semakin cepat penyakit terdeteksi dan semakin baik pelayanan diberikan, semakin kuat pula fondasi kesehatan masyarakat kita,” ujar Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, MARS, FISQua, dalam keterangannya, Senin (17/8). Karena itu, pihaknya ingin RS Tria Dipa menjadi bagian dari ekosistem kesehatan Indonesia yang semakin kuat.
Dengan semangat itu, RS Tria Dipa meluncurkan CT Scan dan Cathlab. Ia menekankan bahwa ketahanan bangsa sangat bergantung pada kesehatan masyarakatnya.
“Kemerdekaan Indonesia harus terus kita maknai melalui kontribusi nyata. Salah satu fondasi negara yang kuat adalah masyarakat yang sehat dan sistem kesehatan yang tangguh. Health Sovereignty merupakan bagian dari ketahanan nasional,” ujarnya.
CT Scan NAETOM Alpha.Prime adalah teknologi ini berbasis photon-counting, generasi terbaru dalam pencitraan medis yang mampu memberikan informasi klinis lebih komprehensif dan akurat. Selain itu, hadir photon counting CT single source sebagai bagian dari pengembangan layanan diagnostik dan kardiovaskular. Investasi pada teknologi ini bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini, sehingga dokter dapat mengambil keputusan medis secara lebih tepat demi keselamatan pasien.
Tak hanya fokus pada diagnostik, RS Tria Dipa meresmikan Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab). Fasilitas ini memiliki peran krusial dalam mendukung pemeriksaan serta tindakan intervensi jantung dan pembuluh darah secara komprehensif.
- Membangun kemampuan bangsa dalam memberikan pelayanan berkualitas.
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi medis mutakhir.
- Memperkuat sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
- Menciptakan sistem pelayanan yang menjawab kebutuhan spesifik masyarakat Indonesia. (I-2)
