
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan terus berkoordinasi dengan LLDIKTI dan perguruan tinggi di wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Berdasarkan laporan sementara, seluruh sivitas Universitas Flores dan Universitas Muhammadiyah Maumere dalam kondisi aman. Bangunan Universitas Flores juga dilaporkan aman, meskipun akses jalan dari arah timur dan barat mengalami kerusakan berat. Di Universitas Muhammadiyah Maumere, kerusakan terbatas pada aula lantai empat dan sejumlah jendela,” ungkapnya kepada Media Inddonesia, Minggu (16/8).
Lebih lanjut, menurutnya dampak cukup signifikan dilaporkan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, NTT. Sejumlah bagian gedung mengalami retak dan sebagian tembok runtuh akibat gempa. Seorang mahasiswa yang sedang menjalankan KKN, kata Brian, terluka akibat tertimpa reruntuhan rumah warga dan telah mendapat perawatan. Pihak kampus sedang menyiapkan proses evakuasi mahasiswa KKN.
“Kemdiktisaintek masih melakukan pendataan dan asesmen menyeluruh, terutama terkait keselamatan mahasiswa, termasuk peserta KKN, serta kerusakan sarana perguruan tinggi. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari dukungan evakuasi dan penanganan mahasiswa hingga pemulihan fasilitas pembelajaran yang terdampak,” tegas Brian.
Dia mengapresiasi Universitas Mataram yang telah mengirimkan tim tanggap darurat bersama Pemerintah Daerah NTB, terdiri atas tenaga medis, psikolog klinis, dan personel pendukung, disertai obat-obatan serta kebutuhan dasar.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi,” pungkasnya. (H-4)
