
APLIKASI buatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, SiPEPEK, menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Aplikasi tersebut menjadi bahan perbincangan karena namanya yang disebut dalam bahasa daerah tertentu bermakna negatif.
SiPEPEK yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Administrasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial itu dibuat oleh Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.
Melihat kontroversi yang ada, pihak Pemkab Cirebon, menjelaskan nama SiPEPEK dibuat bukan tanpa makna apalagi bermakna negatif. Kata ‘pepek’ disebut berasal daru bahasa asli Cirebon yang berarti ‘lengkap’ atau ‘komplit’.
Baca juga : 20 Aplikasi Edit Foto Terbaik untuk Android dan iOS
SiPEPEK merupakan sistem pelayanan program penanggulangan kemiskinan dan jaminan kesehatan warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon. SiPEPEK sejatinya aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang berbagai program untuk warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, penamaan aplikasi SiPEPEK sejatinya sebagai implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024. Di mana dalam tujuan kedua, mewujudkan manusia berkualitas.
Indra mengatakan penggunaan nama ‘pepek’ merupakan wujud kecintaan terhadap bahasa daerah. Selain itu, penggunaan ‘pepek’ merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.
Tujuan SiPEPEK adalah menyediakan layanan kesejahteraan yang komprehensif dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
(Z-9)
