Pratikno : Kebakaran di Bromo Tersisa 2 Titik Api
Suasana kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).(. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/ag)

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilakukan tim gabungan telah menunjukkan hasil signifikan. Dari sebelumnya mencapai 34 titik, saat ini tersisa dua titik api yang menjadi fokus utama pemadaman.

“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api,” kata Pratikno dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Kehadiran Pratikno di lokasi merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bencana kebakaran di Bromo dan di daerah-daerah lain tertangani dengan cepat agar ekosistem dan aktivitas warga segera pulih kembali.

“Bapak Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kebakaran di Bromo dan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja keras. Target waktunya pemadaman harus dilakukan secepat-cepatnya,” ujar Pratikno.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemadaman manual di lapangan, tetapi juga menyiapkan taktik lanjutan. Salah satunya melalui persiapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan dalam beberapa hari ke depan. Jika potensinya mencukupi, BNPB sudah mempersiapkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Jadi, kita bukan hanya memadamkan sisa api, tapi juga membasahi kawasan untuk mencegah kebakaran berikutnya,” jelas Pratikno.

Ia menjelaskan hal yang dibutuhkan yakni peran aktif, kemandirian, dan kesiapsiagaan seluruh kepala daerah di Indonesia, mengingat potensi bencana hidrometeorologi basah dan kering terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah.

“Pemerintah pusat energinya tersebar ke banyak daerah karena bencana kebakaran tidak hanya terjadi di Bromo, dan di sisi lain kita juga masih menangani bencana banjir. Oleh karena itu, saya harapkan para kepala daerah dan pimpinan daerah, TNI dan Polri, semuanya bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran sekaligus mencegah terjadinya bencana sejak dini,” pungkasnya. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *