
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurrahman mengatakan menjelang hasil reviu MSCI yang akan diumumkan, Rabu (12/8), pelaku pasar masih cenderung menunggu.
Ia mengatakan reviu MSCI bukan hanya berdampak pada level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetapi juga kredibilitas dan investability pasar Indonesia.
“Fokus MSCI terutama pada transparansi kepemilikan, kualitas free float, likuiditas, konsentrasi saham, serta integritas price discovery. Jadi, penilaian positif akan sangat bergantung pada apakah reformasi yang dilakukan benar-benar efektif, bukan sekadar perubahan aturan,” kata Rizal saat dihubungi, Selasa (11/8).
Namun demikian, Rizal menyatakan bahwa risiko dari hasil reviu MSCI tersebut akan memiliki dua arah. Pertama, ia menilai jika transparansi beneficial ownership, free float riil, dan likuiditas membaik, reviu MSCI bisa menjadi katalis positif bagi arus modal asing.
Sebaliknya, kata dia, jika perbaikan pasar modal dinilai belum substantif, menurutnya assessment negatif tetap terbuka dan bisa meningkatkan risk premium pasar.
“Karena itu, indikator utamanya adalah kualitas implementasi reformasi dan respons investor global terhadap kredibilitas pasar Indonesia,” tandasnya. (H-4)
