Atasi Karhutla Taman Nasional, DPR Tekankan Pentingnya Evaluasi Early Warning System
Ilustrasi(Antara)

ANGGOTA Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengatakan beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sulit dijangkau, sehingga menjadi salah satu penyebab meluasnya karhutla di kawasan Taman Nasional.

“Perlu dipahami medan di beberapa titik Tengger sulit dijangkau tim darat, sehingga penggunaan water bombing menjadi pilihan yang tepat,” kata Daniel saat dihubungi, Selasa (11/8).

Ia mendorong agar operasi pemadaman dilakukan secara sistematis. Selain itu perlu dukungan teknologi dengan cara pemantauan titik api secara real-time melalui drone, untuk memetakan sebaran api secara akurat. Sehingga meminimalisir personel darat yang harus masuk ke titik-titik berisiko tinggi di medan berbahaya tersebut. 

Data dari drone juga bisa menjadi dasar penentuan prioritas sasaran water bombing agar lebih efektif dan tepat sasaran. 

Selain itu koordinasi antara BNPB, BPBD, Balai Besar TNBTS, TNI/Polri, dan relawan juga perlu diperkuat agar tidak ada tumpang tindih maupun titik yang luput dari pemadaman. 

“Kami Komisi IV DPR RI juga meminta pemerintah pusat memastikan kecukupan anggaran serta dukungan logistik bagi personel di lapangan, mengingat keselamatan mereka harus jadi prioritas utama di medan seekstrem ini,” ujar dia.

Mitigasi Karhutla

Ke depan, menurutnya, perlu evaluasi menyeluruh atas kesiapan mitigasi karhutla di kawasan konservasi, termasuk investasi pada early warning system berbasis drone dan satelit, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau. Terutama tahun ini yang telah diprediksi el nino yang panjang harus siap siaga atas dampaknya.

“Kami turut prihatin atas kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional. Kawasan konservasi ini bukan hanya aset ekologis penting, tetapi juga penopang ekonomi wisata masyarakat sekitar, sehingga setiap hektare yang terbakar adalah kerugian jangka panjang yang tidak mudah dipulihkan,” pungkasnya. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *