Kemenko PM Gandeng Baznas Perkuat Pemberdayaan Pesantren dan Masjid
Kemenko PM dan Baznas kerja sama perkuat pemberdayaan pesantren dan masjid.(Baznas)

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi pesantren dan masjid sebagai pusat kegiatan ekonomi di tingkat akar rumput. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dengan menyalurkan bantuan usaha melalui program Zmart Pesantren, Baznas Ultra Mikro Masjid (Bumi), dan Santripreneur di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Pesantren dan masjid dinilai memiliki posisi strategis karena telah menjadi bagian dari ekosistem sosial yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Dalam agenda peresmian program yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, bantuan sebesar Rp350 juta disalurkan untuk menghadirkan tujuh unit Zmart Pesantren. Sementara itu, lima masjid memperoleh bantuan melalui program BUMi dengan total nilai Rp500 juta.

Kemenko PM dan Baznas juga mendukung Program Santripreneur melalui pengembangan Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular dengan bantuan senilai Rp21 juta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan ekonomi produktif sekaligus membangun kesadaran mengenai model usaha yang berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ekosistem utama dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Muhaimin, kekuatan pesantren tidak hanya terletak pada fungsi pendidikan dan keagamaan, tetapi juga pada jejaring sosialnya yang luas serta kedekatannya dengan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan program pemberdayaan yang memiliki dampak ekonomi secara langsung.

“Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren,” ujar Muhaimin.

Ia menilai penguatan ekonomi melalui pesantren dan masjid dapat menjadi salah satu solusi agar masyarakat di daerah memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi yang berlangsung di wilayahnya. Terlebih, sejumlah daerah seperti Gresik tengah mengalami pertumbuhan industri dan investasi yang cukup pesat.

Pemberdayaan masyarakat, kata Muhaimin, perlu diarahkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam proses industrialisasi, tetapi memiliki kapasitas untuk mengambil bagian dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Kemenko PM menggandeng Baznas sebagai mitra dalam memperkuat akses permodalan dan pengembangan usaha masyarakat. Kolaborasi tersebut juga melibatkan koordinasi strategis dengan Kementerian Koperasi dan Danantara untuk memperbesar skala pembiayaan usaha mikro.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan program Zmart dan BUMi Masjid merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian finansial umat melalui pengembangan usaha produktif.

“Sejak tahun 2022, Baznas telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program Zmart dan BUMi Masjid, di mana khusus wilayah Jawa Timur saat ini telah menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart dan ratusan masjid di berbagai daerah,” tutur Sodik.

Secara nasional, program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) Masjid telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan total 10.641 penerima manfaat. Program tersebut diarahkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi berbasis syariah sekaligus memperkuat kapasitas usaha masyarakat dari tingkat akar rumput.

Sodik berharap pemberian modal yang disertai pendampingan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi para penerima manfaat. Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan mampu mendorong penerima zakat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki.

“Harapan kami melalui pendampingan dan perkuatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki,” tegasnya.

Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Asrorun Niam Sholeh, mengapresiasi langkah Kemenko PM yang menempatkan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren sebagai bagian dari strategi penguatan masyarakat.

Menurut Asrorun, sinergi pemerintah dengan kekuatan umat melalui pengembangan Zmart Pesantren dan BUMi Masjid dapat menciptakan dampak berganda terhadap kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

“Maka ketika Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menempatkan dan memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, ini adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi,” kata Asrorun.

Melalui kolaborasi tersebut, Kemenko PM bersama Baznas diharapkan dapat memperluas model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masjid ke berbagai daerah. Pendekatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat, memperluas kesempatan usaha, dan memastikan pertumbuhan ekonomi daerah memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *