
TBS Foundation secara resmi mengumumkan para pemenang kompetisi Greenovate 2026 pada Malam Grand Final yang berlangsung di Jakarta, Rabu (5/8). Ajang ini menjadi panggung bagi talenta muda Indonesia untuk memamerkan solusi inovatif dalam menjawab tantangan keberlanjutan global.
Kompetisi tahun ini menarik minat yang luar biasa, dengan lebih dari 150 ide bisnis berkelanjutan yang diajukan oleh lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Menariknya, sebanyak 66,2% tim peserta berasal dari luar Pulau Jawa, menunjukkan bahwa semangat inovasi hijau telah merata di seluruh penjuru negeri.
Chairwoman TBS Foundation, Juli Oktarina, menyatakan bahwa Greenovate adalah wujud komitmen yayasan dalam menyiapkan generasi muda untuk transisi ekonomi hijau.
“Kami melihat semakin banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan sekaligus kemampuan menghadirkan solusi inovatif. Greenovate memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan gagasan dan membangun jejaring,” ujar Juli.
Inovasi Baterai Kendaraan Listrik ITB Raih Juara Utama
Dewan juri menetapkan tim The Triple A dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Juara 1 melalui inovasi bertajuk Spark Go!. Inovasi ini fokus pada pemanfaatan second-life baterai kendaraan listrik yang diubah menjadi portable power station berbasis konsep Energy as a Service (EaaS).
Spark Go! dirancang untuk mengatasi proyeksi limbah baterai kendaraan listrik di Indonesia yang diperkirakan mencapai 35.000 ton pada tahun 2030.
Dengan memanfaatkan baterai yang masih memiliki state of health 70–80 persen, tim ini berhasil memperpanjang umur pakai baterai sebelum akhirnya didaur ulang. Produk ini juga dilengkapi sistem IoT untuk pemantauan daya secara real-time.
Berikut adalah daftar lengkap pemenang dan penghargaan khusus pada Greenovate 2026:
| Kategori/Juara | Nama Tim & Universitas | Inovasi | Hadiah |
|---|---|---|---|
| Juara 1 | The Triple A (ITB) | Spark Go! (Second-life EV Battery) | Rp30.000.000 |
| Juara 2 | Beanefit (Univ. Tanjungpura) | Cookies dari ampas kopi | Rp20.000.000 |
| Juara 3 | Powerhart (UGM) | Elektroda dari tandan kosong sawit | Rp15.000.000 |
| Best Innovative Idea | Helio East (Univ. Cenderawasih) | – | Sertifikat & Medali |
| Best Teamwork | Puruno (Univ. Tanjungpura) | – | Sertifikat & Medali |
Pembinaan Intensif dan Inklusivitas STEM
Sebelum mencapai babak final, delapan tim finalis telah melewati rangkaian mentoring intensif bersama para ahli di bidang energi, bisnis, dan teknologi. Mereka juga berkesempatan mengunjungi kantor TBS dan Electrum untuk mempelajari integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnis nyata.
Ajang ini juga menonjolkan partisipasi perempuan yang signifikan di bidang STEM. Dari 24 finalis, sebanyak 15 di antaranya adalah perempuan. Selain itu, proses pembinaan didukung oleh delapan mentor, di mana enam di antaranya merupakan praktisi perempuan berpengalaman.
Roderick Purwana, Managing Partner East Ventures sekaligus anggota dewan juri, memberikan apresiasinya terhadap ketajaman berpikir para peserta.
“Para finalis tidak hanya menghadirkan gagasan inovatif, tetapi juga mulai memikirkan nilai komersialnya. Dukungan ekosistem akan menjadi kunci agar inovasi ini dapat dibawa ke pasar,” tuturnya.
Dengan total hadiah mencapai Rp65 juta serta pendampingan berkelanjutan, Greenovate diharapkan menjadi titik awal bagi para inovator muda untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan. (Z-1)
